Dalam pelaksanaannya, lanjut dia, tahun ini ada beberapa perbedaan dengan tahun sebelumnya. Semua ini karena masih berkaitan dengan pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Badan Pengelola BKT kata Iman, memberikan kemudahan kepada para calon penerima beasiswa dengan meniadakan proses verifikasi berkas fisik.
“Dulu kan daftar online, lalu kirim data secara online juga. Yang lolos, diverifikasi berkasnya dengan diminta mengirim berkas fisik. Nah mungkin nanti kami berencana meniadakan berkas fisiknya. Diganti sistem lain, misalnya Nomor Induk Mahasiswa akan di-connect ke Dikti (Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Kami akan verifikasi berkas itu dengan sistem lain, seperti ke Dikti itu,” paparnya.
Ia menerangkan, hal ini untuk mengantisipasi para calon pelamar yang mengalami kesulitan, jika masih harus mengirimkan berkas fisik. “Apalagi kan sekarang minta surat keterangan dari kampus, minta tanda tangan kan tidak bisa dalam kondisi begini,” tukasnya.
Hal demikian juga diterapkan untuk beasiswa jenjang pendidikan dasar dan menengah. Nantinya para pelajar yang ingin mendaftar, bisa difaslitasi oleh guru atau sekolah masing-masing. “Langsung dipandu lewat sekolah. Hasil evaluasi yang tahun kemarin, peminat beasiswa dari sekolah kurang dibanding mahasiswa. Karena mereka ada yang belum mengenal IT (Information Technology, Red). Ada juga yang masih blankspot. Sekarang bisa didaftarkan gurunya. Nanti verifikasinya pakai Dapodik (Data Pokok Pendidikan, Red),” terang Iman.
Untuk kuota penerima, Iman mengatakan hal itu sangat bergantung kepada jumlah pendaftar nanti. “Kuota tergantung yang daftar. Tapi total anggarannya sekitar Rp71 miliar untuk semua kategori,” pungkasnya.
Penulis: */Rusdi
Editor: M. Huldi