Siswa SMPN 38 Terancam Menumpang Saat UNBK
1 menit baca1.843 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Polemik pembebasan lahan SMPN 38 berbuntut panjang hingga membuat fasilitas seperti listrik dan air tidak mengalir ke sekolah tersebut. Akibatnya kegiatan belajar mengajar pun tidak berjalan maksimal. Masalah ini diyakini akan berdampak pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sebab untuk melaksanakan UNBK harus ada listrik dan jaringan komputer.
Kepala SMPN 38 Samarinda, Ni’mah menjelaskan, masalah listrik tengah diupayakan dan sekolah yang mengurus sendiri karena Pemkot tidak bergerak menangani masalah ini. Disisi lain, siswa dan guru terus mengeluhkan persoalan ini. “Kami mengurus sendiri, Bukan nggak mau menunggu pemkot mengerjakan akses masuk SMPN 38 tapi keluhan siswa dan guru membuat kami tidak tega,” kata Ni’mah










