Nur Badriyah sebagai founder sekaligus penanggung jawab kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Perpustakaan Nasional sebagai apresiasi kepada para guru yang mampu berkarya hingga menerbitkan buku.
Selain di Perpusnas, IGI menggelar penyerahan Anugerah Guru Indonesia (AGI) dan Anugerah Pendidikan Indonesia (API) di Jakarta Convention Center (JCC), kamis (19/9).
Seluruh peserta 1000 guru penulis juga diberikan fasilitas transportasi untuk mengikuti dan menyaksikan kegiatan Global Educational Supplies and Soluciations setelah selesai kegiatan workshop di Puspenas.
Kegiatan ini, IGI Kalimantan Timur memberangkat 40 guru, rinciannya dari Samarinda ada 10 guru, Kukar 10 guru, Balikpapan 9 guru, Kutim 4 guru, PPU 3 guru, Bontang 3 guru dan 1 guru dari Kaltara.
IGI Klatim mampu mewarnai dikegiatan Anugerah 1000 Guru Penulis Sagusaku-IGI. Acara pembukaan Kaltim mampu menampilkan Parade Puisi bersama Ibu Masdiana Masdik, dan Tari Enggang Ibu Denok Amsiati, serta menempatkan dua peraga busana khas Kaltim, Ulap doyo dan batik Kaltim motif Gasing.
“Ketiga penampilan ini merupakan persembahan Guru Kalimantan Timur untuk Indonesia, menyambut Kaltim sebagai Ibukota negara. Selain dari Kaltim, ada penampilan dari Jatim dan Provinsi Aceh,” kata Pj IGI Kaltim, Suparno Gopar yang turut memperoleh anugerah guru Indonesia sebagai penulis.
Kemudian dilanjutkan Talk show Tentang Kepenulisan, narasumbernya Maestro sastra Indonesia Ustadz Taufik Ismail, novelis perempuan terkenal Indonesia Helvy Tiana Rosa, Pembina IGI Putty Saraswati dan dipandu langsung oleh founder Sagusaku Nur Badriyah.
Suparno mengatakan, penghargaan yang diterima IGI Kaltim, IGI Kutim, IGI Samarinda, dan IGI Kukar menjadi semangat untuk terus berpacu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bermuara pada peningkatan kompetensi guru dengan berbagai kanal yang sudah ditetapkan oleh IGI pusat yakni 86 kanal.
Penulis: */Heriansyah
Editor: M. Huldi