“Dari saya sekolah disini sampai jadi guru dan mengajar, baru dua kali diperbaiki, itupun rehab ringan. Rehab terakhir 2013 lalu bagian dinding yang memang diperlukan saat akreditasi,” kata Ali, salah satu guru SD 006 Muara Gusik.
Menurutnya, saat ini tonggak penyangga bangunan yang berada dibawah sekolah tersebut sudah termakan usia sehingga posisi bangunan agak sedikit miring. “Kita sempat mencoba mengganti dengan mendongrak untuk mengganti tonggak penyangga. Namun karena patah dan hanya tersisa sekitar 5 centimeter makanya kita akali saja agar bangunan tidak goyang,” tambahnya.
Kepala SD 006 Muara Gusik, Sabngatun memang berencana mengajukan penambahan bangunan untuk sekolah ini. Sebab, kondisi bangunan sudah cukup lama memang perlu perbaikan serta penambahan ruang kelas.
“Kita akan ajukan ke pemerintah agar bisa dibantu mengenai bangunan, sebab anggaran BOS yang kita terima tidak bisa digunakan untuk rehab bangunan. Memang perlu mendapatkan perhatian baik itu pemerintah ataupun pihak swasta,” pungkasnya.
Penulis: */Handayan
Editor: M.Huldi