UNBK Tapi Pakai Sistem Konvensional, Walikota Mengaku Tak Diberi Tahu
1 menit baca577 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP sudah berlangsung sejak Senin (22/4/2019) kemarin tapi ternyata tak seluruh SMP di Samarinda bisa melaksanakan ujian dengan teknologi komputer tersebut. Di SMPN 42 di Berambai Kecamatan Samarinda Utara harus melaksanakan ujian dengan metode konvensional. Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengaku baru mengetahui hal ini. “Tidak ada laporan ke saya, saya baru tahu. Padahal siswanya 26 orang saja. Bisa pakai rumah jabatan kalau mau,” tutur Jaang saat ditemui di sela-sela tinjauan pelaksaan UNBN di SMPN 2 Samarinda.
Jaang menjelaskan bahwa dirinya tidak menerima laporan dari pihak Dinas Pendidikan (Disdik) seputar permasalahan tersebut. SMPN 42 sendiri berlokasi di zona blank spot alias tak terpapar jaringan internet. Sehingga memang tak mungkin melaksanakan ujian berbasis komputer yang bersifat online.










