“Saat ini kita masih menginventarisir mana yang kosong sekolahnya, yang belum ada kepsek Definitip dan siapa-siapa saja calon kepsek yang sudah memiliki NUKS (Nomor Unik Kepala Sekolah),” katanya kepada Koran Kaltim.
Menurut Ikhsan, selain persyaratan mutlak yang telah disebutkan tadi yakni memiliki NUKS, kepsek definitif juga bertempat tinggal tidak jauh dari sekolah yang dipimpinnya.
“Kita juga melihat tempat tinggalnya, misalkan ada sekolah yang kepseknya kosong di Samboja, tapi jangan juga kita mengangkat orang Tenggarong jadi kepsek di sana. Kami berharap kearifan lokal yang diutamakan dan tempat tinggal tidak jauh dari tempat dia bekerja, sehingga tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari,” ujarnya.
Jumlah kekosongan kepsek definitif di tahun 2019 ini diakuinya karena banyaknya kepsek yang sudah memasuki masa pensiun. “Kenapa sekarang banyak kepsek yang Plt karena kepsek yang lama sudah memasuki masa pensiun. Ada pensiun yang pensiun bulan Mei ini ada juga yang Juni, jadi nanti harapannya prosesnya sekalian disatukan penetapannya biar tidak dua tiga kali prosesnya,” tegas Ikhsan, yang turut didampingi Kabid GTK Haspianur.
Penulis: */muhammad heriansyah
Editor: Muh.Huldi