“Sekarang kita sudah ada dalam masyarakat ekonomi Asean, tahun 2020 kita akan masuk di masyarakat ekonomi Asia. Jadi generasi muda kalau gak menguasai bahasa Inggris daya saing meraka akan tertinggal,” ujarnya, kemarin.
Kegiatan tahunan tersebut, kata Agung, juga merupakan bagian dari visi Unmul menjadi universitas bertaraf internasional. “Ini peran Unmul untuk masyarakat, bagian dari Tridharma perguruan tingi. Di samping pendidikan, pengajaran dan juga pengabdian untuk masyarakat. Membuat masyarakat Kaltim juga ikut pinter, ikut menyadari pentingnya bahasa dalam rangka berkomunikasi berinteraksi secara global,” urainya.
Peserta kompetisi tersebut adalah pelajar. “Saya rasa dalam 5 atau 10 tahun lagi mereka akan menjadi bagian penting dari penyelesaian banyak hal dalam persoalan kemasyarakatan di Indonesia,” ungkapnya.
Ketua Panitia English Language Competition 2018 Syamdianita menjelaskan, tahun ini kompetisi diikuti oleh total 270 peserta dari SD, SMP dan SMA se-Kota Samarinda. Memperbutkan total hadiah Rp21 juta. Adapun peserta terjauh berasal dari SMPN1 Loa Janan.
“Kalau lomba ada empat, Comprehensive English Parity Aptitude Test (CEPAT), lalu Spelling Bee, Story Telling dan Fun Fiction Writing Competition. Untuk yang berbeda dari tahun ini ada fun fiction writin baru pertama kami lombakan,” ujarnya.
Semua kegiatan lomba akan berlangsung di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman di Jl Flores Samarinda. (rs)