Media Sosial Salah Satu Pemicu Tawuran Pelajar
1 menit baca1.151 kali dibaca

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut media sosial kerap menjadi salah satu tempat pemicu tawuran antar-pelajar. Pola ini dinilai mewarnai beberapa kasus tawuran pelajar yang terjadi akhir-akhir ini.
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listiyarti menilai media sosial sering menjadi tempat saling ejek sehingga memicu pertengkaran di dunia nyata. “Masalahnya sepele, seperti saling ejek di media sosial. Mereka pun kerap janjian tawuran melalui media sosial juga seperti menentukan tempat dan waktu tawuran, lengkap dengan jam yang disepakati,” kata Retno di Jakarta, Rabu (12/9).










