Halim Fauzi Rahman selaku guru pendamping mengatakan, untuk tingkat kecamatan dan kabupaten, Fynosha sudah tidak ada lawannya. “Untuk O2SN tingkat provinsi kemarin dari empat kategori kelas yang diperlombakan Fynosha mengikuti tiga kategori yakni gaya dada, gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Alhamdulillah meski lawan-lawannya berusia di atasnya, dia tetap mampu memberikan yang terbaik dengan mendapat perunggu. Kalah dari Bontang dan Balikpapan yang memang jika dari segi usia dan jenjang kelas di sekolah setingkat di atas Fynosha,” ucapnya.
Dia berkeyakinan, murid kebanggaan SD Muhammadiyah ini akan mengukir prestasi lebih tahun depan di ajang O2SN. Kemungkinan juara dan menyabet medali emas sangat terbuka, mengingat lawan-lawannya saat ini kelak sudah tidak bisa ikut lagi. “Kami berkeyakinan untuk tahun depan bisa lebih baik lagi dan bahkan mampu menjadi juara satu,” jelasnya.
Kepala SD Muhammadiyah H Sukran HF mengaku bangga dengan pencapaian siswanya. “Kita selaku pihak sekolah mengaku bangga. Prestasi ini bisa diraih anak didik kami berkat dukungan penuh juga dari orang tua, karena bagaimana pun juga mereka yang mempunyai wewenang penuh, kami dari sekolah tentunya men-support penuh dan memberi dukungan semaksimal mungkin,” tegasnya. (*hei)