Selain bersilaturahmi dan halal bihalal dengan orangtua murid se-Kaltim, PPMI Assalaam menjadikan acara itu untuk menerima masukan agar Ponpes Assalaam yang ada di Kartasura, Jalan Garuda Mas, Pabelan, Sukoharjo - Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah tersebut bisa lebih baik ke depannya.
“Acara ini kami gelar setiap tahun dengan harapan bisa semakin mempererat tali persaudaraan antarsesama santri dan wali santri se-Kalimantan Timur karena sama-sama menimba ilmu di Solo. Assalaam lebih dikenal dengan Solo karena letaknya ada di perbatasan,” papar Ketua Majelis Pendidikan Pesantren Abdullah.
Hadir pada pertemuan kemarin orangtua atau wali santri dari Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Bontang dan daerah lainnya. Saat ini ada 160 santriwan dan santriwati yang mondok di Assalaam Solo. “Setiap tahun selalu meluluskan puluhan siswa dan kami bersyukur untuk Kaltim banyak menghasilkan santri berprestasi,” papar Abdullah lagi.
Secara keseluruhan, untuk tahun 2017-2018 PPMI Assalaam meluluskan 330 santri dengan 110 diantaranya hapal lebih dari lima juz Alquran dan empat santri hapal 30 juz Alquran sehingga mendapat reward untuk umrah ke Tanah Suci Makkah pada 24 Oktober mendatang. “Kami harapkan dari Kaltim nantinya juga ada santriwan atau santriwati yang berprestasi sama dengan daerah lain dan keberhasilan itu jadi inspirasi mereka untuk melakukan hal yang sama agar termotivasi,” paparnya.
Selain tanya jawab dengan orangtua dan pengasuh pondok, acara kemarin juga diwarnai dengan atraksi pencak silat, music akustik, tarian dan pembacaan puisi serta pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi dari Kaltim kepada dua santriwan dan dua santriwati. (rgn)