“Jadi, memang SMP inilah yang menjadi percontohannya, karena memang baru di SMP 35 ini kami laklukan kegiatan kami, tetapi untuk SD sudah ada beberapa seperti 01,02,013 dan 012,”tuturnya.
Rugayah juga menambahkan kegiatan MT.Asmaul Husna tersebut dilakukan sebulan dua kali yang bertempat di Srindit 1, Jl Gatot Subroto. “Selain pengajian kami juga anjang sana ke panti asuhan dengan memberikan santunan kepada anak yatim dan itu setahun dua kali pada saat Maulid dan Asyura,”terangnya.
Ahmad Yani, selaku Penasehat MT.Asmaul Husna menuturkan kegiatan yang dilakukan tersebut selama ini bisa dikatakan keluar dan masuk kampung dan untuk saat ini mulai mengarah ke Dinas Pendidikan .
“Seperti ke sekolah MTs dan sekolah-sekolah lainnya dan ini baru kami mulai, dengan tujuan diharapkan keberadaan Asmaul Husna ini anak-anak akan menjadi cerdas dengan memiliki akhlak yang baik,”katanya.
Sementara Kepala SMPN 35 Samarinda, Sahrul mengatakan kegiatan dari Asmaul Husna tersebut diakuinya sudah mulai dijalankan yaitu pendidikan karakter dengan dibantu MT.Asmaul Husna.
“Untuk itu, kegiatan MT.Asmaul Husna ini sudah masuk dalam program dari SMP 35, karena memang menurut kami sangat menunjang sekali. Walaupun memang kami bukan sekolah terpadu, tetapi prakteknya lebih dari terpadu seperti infak berjalan, serta pendidikan sosialnya kami terapkan secara umum, tidak hanya dilingkungan sekolah saja,”pungkasnya. (rgn)