Dalam sambutannya Erwin mengaku tidak pernah terpikir dalam benaknya untuk menjadi rektor, namun dengan amanah yang diamantkan padanya serta tantangan berat yang siap dihadapinya, mengharuskan pria yang berprofesi sebagai advokat ini siap tidak siap untuk memimpin Kampus Ungu empat tahun ke depan.
"Jujur tidak ada dalam angan-angan dan pikiran saya untuk menjadi seorang rektor universitas. Bisa dikatakan ini kecelakaan sejarah dalam hidup saya," katanya.
Erwin mengungkapkan ketika dirinya diberi amanat menjadi pelaksana tugas rektor menggantikan Sabran setidaknyq ada dua tugas yang wajib dirampungkannya. Pertama memperbaiki sistem verifikasi keuangan dan laporan kinerja dari pelaksanaan rektor sebelumnya kemudian mempersiapkan pemilihan rektor periode 2017-2021.
"Saya bersyukur bisa dibantu tim audit internal yakni Pak Ince Raden, Pak Heru dan Bu Desi yang membantu secara istiqomah tidak ada imbalan apapun," ungkapnya.
Erwin menegaskan akan bekerja profesionak dan terus melakukan sinergitas dengan internal kampus serta Pemkab Kukar.
Dalam waktu dekat akan melakukan pelantikan pembantu rektor dan beberapa staf dekan pada jajaran fakultas.
"Paling cepat dua pekan kita akan lakukan pelantikan, karena memang harus ada yang diganti demi menciptakan transparansi dan akuntabilitas yang proporsional dan bertanggung jawab," tegasnya.
Penulis : Heriansyah
Editor : Supiansyah