Bus yang dikemudikan Hafid itu diketahui tidak membawa penumpang saat peristiwa terjadi. Sopir menjadi satu-satunya orang yang berada di dalam kendaraan ketika insiden berlangsung.
Hafid menjelaskan, sebelum kecelakaan dirinya baru saja mengisi bahan bakar di wilayah Samarinda Seberang. Ia berencana kembali menuju area parkir di sekitar Masjid Daruni’mah Sungai Kunjang untuk menunggu pesanan penyewaan bus.
“Baru habis isi solar dari seberang, rencananya mau kembali parkir di Masjid Daruni’mah. Bus ini memang standby karena dipakai kalau ada yang menyewa,” ujar Hafid saat ditemui Korankaltim.com di lokasi kejadian.
Namun dalam perjalanan ia mulai merasakan adanya gangguan pada sistem kendaraan. Rem bus tiba-tiba tidak berfungsi, sementara kopling juga tidak dapat digunakan sehingga kendaraan sulit dikendalikan.
“Dari Samarinda Seberang sudah terasa ada yang tidak beres. Remnya blong, kopling juga tidak bisa difungsikan, jadi tidak bisa netral,” ungkapnya.
Meski begitu, Hafid tetap berupaya mengendalikan bus agar tidak menabrak kendaraan lain di jalan. Pria itu bahkan sempat menghubungi rekannya untuk bersiap memberikan bantuan apabila diperlukan. “Saya paksakan dulu lewat jembatan. Sempat telepon teman juga supaya siap-siap kalau harus bantu ganjal,” ujar Hafid.
Setelah melewati Jembatan Mahakam I dan mendekati kawasan bawah jembatan, kondisi lalu lintas yang cukup padat membuatnya harus mengambil keputusan cepat.
“Dibawah jembatan ada lampu merah dan di depan masih ada mobil. Daripada menabrak kendaraan lain, saya paksa belok kiri,” tuturnya.
Bus kemudian menghantam tiang listrik dan median taman hingga berhenti. Akibat benturan tersebut, bagian depan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah dan Hafid mengalami luka sebelum akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Samarinda untuk mendapatkan perawatan medis.
Saat ini kecelakaan ini sudah di tangani Satlantas Polresta Samarinda dan masih dalam penyelidikan agar mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Editor: Aspian Nur