Dari keikutsertaan mereka, kontingen SKOI berhasil meraih lima medali emas dan satu perunggu pada kategori kadet dan junior.
Pelatih cabang olahraga karate SKOI Kaltim, Jalu Sherin Meilala menjelaskan bahwa partisipasi dalam ajang tersebut merupakan bagian dari program try-out yang telah dirancang dalam periodesasi latihan menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) mendatang.
“Agenda ini memang sudah terprogram. Bukan puncak latihan, tapi salah satu uji coba untuk mengukur kesiapan atlet. Masalah utama atlet kita bukan teknik, tapi minimnya jam terbang. Karena itu kami dorong mereka untuk sering ikut kompetisi,” ujarnya saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Jumat (4/7/2025).
Kejuaraan ini diikuti sekitar 1.200 peserta dari berbagai kategori usia, mulai dari usia dini hingga senior.
Selain Indonesia, turnamen ini juga diikuti oleh peserta dari beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Kamboja, Filipina, dan Brunei Darussalam.
Meski belum memenuhi target enam emas, Jalu tetap mengapresiasi pencapaian anak asuhnya.
Dia juga menekankan pentingnya dukungan lebih besar dari pemerintah terhadap SKOI, terutama dalam hal kesempatan bertanding.
“SKOI adalah tempat pembinaan atlet yang sangat potensial karena sistemnya sudah terstruktur atlet diasramakan dan mendapat pendidikan sekaligus latihan,” ucapnya.
“Tapi kalau jam terbang mereka dibatasi, akan sulit melahirkan atlet elit. Kami berharap pemerintah bisa lebih perhatian,” pungkasnya.
Editor: Erwin