Dua medali emas berhasil dibawa pulang tim panahan Benua Etam seolah menjawab keraguan tersebut setelah pada PON XIX/2016 di Jawa Barat dan PON XX/2021 di Papua tak berhasil meraih keping berharga tersebut sekaligus melewati target yang diusung.
Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Pengprov Perpani) Kalimantan Timur Haidar Fathoni menjelaskan jika dua medali emas yang diraih menutupi kekosongan saat berlaga di Jawa Barat dan Papua.
Pada PON XXI/2024, tim panahan Kalimantan Timur bertanding di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. Medali emas diraih pada nomor compound perorangan putri atas nama Rohani Sephia dan beregu putri yaitu Adzraa Aathirah, Nola Abrillia dan Rohani Sephia. Selain itu ada medali perak yang berhasil didapatkan lewat nomor total standar bow putri serta satu perunggu di nomor mix team.
“Prestasi ini bukan dari atlet atau pengurus saja tapi juga semangat dari tim pelatih yang juga mau sama-sama bekerja. Mereka menerapkan apa yang sudah disiapkan untuk atlet,” ujar Haidar kepada Korankaltim.com Selasa (8/10/2024).
Pelatih Harmaji menerapkan program yang sudah disampaikan kepada KONI Kaltim. Enam bulan pelatih dan atlet diwajibkan mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) untuk menyempurnakan persiapan mereka.
“Program training camp itu juga dari pengprov, tapi diakomodir oleh KONI. Kami training camp selama tujuh hari di Yogyakarta melawan skuat utama mereka yang akan berlaga di PON juga,” jelasnya.
Pola organisasi memang sudah diubah. Masing-masing sudah sibuk dengan urusannya sehingga tidak ada campur aduk antara masalah organisasi dengan pembinaan atlet.
Pelatih akan menjalankan tugasnya sebagai pelatih, sedangkan semua bidang bereperan dengan urusannya sendiri.
“Panahan ini milik bersama, jadi dalam pengurus ini tidak ada lagi kebijakan yang otoriter. Kami saling mendengar, saling komunikasi apa yang kurang. Jika ada kekurangan cari solusi bersama-sama,” tuntasnya.
Editor: Aspian Nur