Tak pelak, gelontoran uang cash sebesar Rp40 Juta langsung didapatkan ketiganya dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim usai pertandingan.
Pada final beregu compound putri hari ini, Kaltim berhasil mengalahkan Jawa Tengah di final yang dimainkan di Stadion Harapan Bangsa (SHB) Banda Aceh, Aceh. Angin yang bertiup sangat kencang menjadi kendala dalam melepaskan anak panah namun berhasil diatasi dengan baik oleh tim putri Benua Etam.
Pelatih Panahan Kaltim Harmaji menyebut Rohani, Nila dan Adzraa diinstruksikan bisa dengan bijak mengambil keputusan setelah membaca angin.
“Sudah beberapa kali kami bertemu Jawa Tengah di final. Memang secara peringkat mereka masih diatas Kaltim tapi total peringkat beregu bukan menetukan medali,” jelas Harmaji.
Menghadapi arah angin yang tak bisa ditebak, Harmaji mengaku fokus mempelajari apalagi sangat berbeda dengan venue pemusatan latihan daerah (Pelatda) mereka sebelum berangkat ke PON.
Beruntungnya sebelum bertanding tiap kontingen diizinkan untuk mencoba lapangan. “Jadi saat mencoba lokasi saya tekankan pintar-pintar baca arah angin, karena hembusannya tidak beda jauh dengan lokasi tanding untuk final,” ucap Harmaji.
Editor: Aspian Nur