Pembina soft tenis dan bola tangan Kaltim Sigit Wibowo mengatakan, pelepasan ini menjadi awal perjuangan mereka di Aceh nanti. Ada 12 atlet putra dan putri soft tenis dan 28 pemain bola tangan yang disebut Sigit sudah melakukan persiapan panjang dan diharapkan memberikan yang terbaik membawa pulang medali emas. Mereka akan berangkat dalam dua kelompok yaitu tanggal 7 dan tanggal 8 September 2024.
“Semangat juang harus tetap dijaga untuk merebut emas. Target kami emas. Di dunia olahraga tidak ada kata kalah, harus menang, tapi harus sportif,” tegas Sigit kepada Korankaltim.com disela pelepasan tim.
Untuk menambah semangat bertanding Sigit akan memberikan uang saku tambahan dari kantong pribadinya, namun tak disebutkan angka pastinya.
Sementara Ketua Umum KONI Kaltim Rusdiansyah Aras mengharapkan target maksimal untuk soft tenis dan bola tangan.
“Kaltim memasang target lima besar bisa kembali diraih setelah di PON XX/2021 di Papua hanya masuk 7 Besar. Melihat dari hasil BK (Babak Kualifikasi) PON, Kaltim masuk di ranking 4,” sebut Rusdi.
Untuk masuk di 5 Besar setidaknya Kaltim harus meraih 34 medali emas dan soft tenis juga bola tangan diharapkan bisa ikut menyumbang keping berharga tersebut. KONI sudah membuat road map atau peta jalan yang mana ada 40 cabang olahraga diprediksi meraih medali emas termasuk kedua cabor ini.
Terlebih lagi saat Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda), penggemblengan dan latihan yang ketat dijalani on the track.
“Kami berjanji uang besar ini harus dipertanggungjawabkan dengan prestasi. Jadi bukan sekadar berangkat untuk jalan-jalan. Jangan sampai latihan enam bulan, kemudian kalah dibeberapa hari saja. Ini harus ditanamkan. Saya yakin medali emas bisa diraih,” ujar Rusdi.
Editor: Aspian Nur