Kesiapan kontingen Benua Etam menuju pesta olahraga multieven empat tahunan tingkat nasional itu pun diwujudkan dengan pelepasan secara di Ballroom Hotel Mesra, Samarinda Senin (2/9/2024) pagi tadi.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim Rusdiansyah Aras menjelaskan, ada 60 cabang olahraga yang terdiri dari 659 atlet yang diberangkatkan ke PON XXI/2024 dan untuk memotivasi semangat, orangtua para atlet pun dihadirkan pada pelepasan tersebut sebagai bentuk permohonan doa restu menuju PON yang akan datang.
“Untuk di Aceh ada 297 atlet, di Sumut ada 362 atlet. Jumlah keseluruhan mencapai 891 orang, terdiri dari ofisial teknik, manajer, atlet dan pelatih,” ujar Rusdi dalam laporannya.
Sementara Ketua Kontingen Kaltim Isran Noor mengharapkan semangat atlet agar bisa merealisasikan peraihan emas dan posisi lima besar yang sudah ditargetkan sejak jauh hari.
Berbicara soal bonus, mantan Gubernur Kalimantan Timur itu menyebut uang sebesar Rp300 Juta sudah menunggu peraih emas. Kehadiran Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni pada pelepasan tersebut membuat Isran berkesempatan menyampaikan keinginan agar nilai bonus ditambah.
“Harusnya bisa bertambah jadi Rp500 Juta. Tidak apa-apa dari pada uang Kaltim dikorupsi, lebih baik diberikan pada atlet-atlet yang berprestasi, pahamlah ikam (mengerti lah kamu)?. Semangat ya,” ucap Isran.
Sementara Sri Wahyuni atas nama Pemprov Kaltim menyampaikan rasa bangga kepada atlet yang akan membawa nama daerah di perhelatan nasional itu. “PON merupakan ajang yang bergengsi dan ditunggu-tunggu atlet. Inilah momentum terbaik bagi atlet untuk mengukir prestasi dan dikenal secara nasional,” ujar Sri Wahyuni.
Diharapkan delegasi Kaltim tidak hanya meraih prestasi tapi juga bisa ikut dalam memecahkan rekor nasional dan mencatat sejarah bagi daerah. “Tidak hanya bagi Kaltim, tapi juga bagi provinsi lain. Delegasi Kaltim termasuk delegasi yang disegani, bukan hanya karena prestasinya, tapi juga karena semangat juang, komitmen, persaudaraan dan menjunjung tinggi sportivitasnya,” pungkas Sri.
Editor: Aspian Nur