Pelatih Artistik Pengurus Provinsi Persatuan Senam Indonesia (Pengprov Persani) Kaltim Novia Kartiana Sari mejelaskan tiga pesenam yang lolos yaitu dua dari kateogi readymix dan satu artistik putri.
“Insya Allah di artistik putri emas, waktu kami verifikasi di KONI Kaltim kami targetkan satu emas dari artistik dan sisanya perak dan perunggu,” kata Novia kepada Korankaltim.com Minggu (18/2/2023).
Dalam senam, satu atlet bisa mendapatkan hingga tiga sampai empat medali karesna bisa bermain dibeberapa nomor.
“Kalau di artistik ini ada lima nomor, karena Kaltim tidak beregu harusnya ada enam dengan beregu satu. Ada all around, ada final peralat, empat alat. Sama readymix juga sama, jadi total ada lima medali. Di readymix ada lima medali sama artistik puti,” jelas Novia lagi.
Saat BK PON XXI lalu Persani Kaltim memberangkatkan full team dengan redymix 3 atlet, artistik 4 atlet. Tapi, seorang dari artistik ini sebetulnya bisa saja masuk jika usianya mencukupi, namun usianya yang belum masuk, maka perannya di BK PON kemarin bisa menjadi pengalaman.
“Usianya masih 14 tahun jadi ikut ekshibisi saja, untuk pengalaman. Karena usia harusnya 16 tahun, jadi yang lolos satu saja untuk artistik putri, putranya cedera padahal andalan Kaltim,” ungkap Novia.
Cederanya pesenam tersebut karena saat mencoba alat terjadi penurunan tulang leher. “Kebetulan saat cedera didepannya ada Ketua KONI Kaltim,” ucapnya.
Jelang Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Maret bulan depan, senam tidak kebingungan karena atlet dinomor tanding atristik merupakan siswa Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI).
Stadion Palaran bakal menjadi tempat berlatih selama Pelatda jelang PON XXI Aceh dan Sumut nanti dan sudah ada alat serta gedung.
“Cuma gedungnya gelap, karena lampunya minim di GOR Bulutangkis di Palaran. Kalau latihannya pagi sampai sore kami, karena memangprogramnya di SKOI itu pagi sampai sore,” ujarnya.
Editor: Aspian Nur