Berawal dari paksaan untuk mengikuti ekstrakulikuler wajib di bangku SD untuk latihan kempo. Erik mengaku awalnya memang tidak menyukai olahraga tersebut.
“Karena wajib, kalau tidak masuk bakal dicariin. Pernah juga dipukul pakai penggaris kalau bolos, dan ternyata memang rezekinya disitu. Selesai itu, pindah ke Dojo Samarinda yang waktu itu di Gedung Behempas GOR Segiri,” cerita Erik kepada Korankaltim.com melalui sambungan telepon, Rabu (17/5/2023)
Dari situ, mulai muncul dan diliriklah potensi dari pemuda kelahiran 1993 ini. Erik berangkat ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang pertama kali antara 2004/2005 yang sebelumnya tentu sudah melewati Kejuaraan Daerah (Kejurda).
Berawal dari Kernas itu, pola hidup mulai dari makan, istrirahat dan latihan sudah mulai terjadwal. Sebeb pola tidur memang menentukan kemampuan fiasik, sama halnya dengan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
“Karena kalau makan kebanyakan atau sambal gitu kita jadi tidak bisa ngapa-ngapain. Gorengan juga salah satunya bisa mengganggu kegiatan latihan kita, kebanyakan makan gorengan juga tidak baik untuk kebugaran atlet,” imbuhnya.
Melalui pola hidup yang teratur ini, Erik berhasil melaju ke PON 2008 saat Kalttim menjadi tuan rumah dan berlangsung di GOR Palaran, yang kemudian membawanya melesat pada ajang SEA GAMES pada 2011 dan membaea pulang medali perak.
PON Riau tahun 2012 Erik berhasil menyabet perak yang dilanjutkan pada SEA GAMES dengan perolehan emas pada 2013. Banyaknya track record yang dicetak pria 31 tahun itu membuatnya semakin optimis bisa meraih medali emas baik pada perhelatan Pra PON maupun saat PON nanti.
Kendati demikian, Erik mengaku saat ini yang menjadi kendala dari segi umur yang kemungkinan nanti akan behadapan dengan beberapa atlet yang lebih muda dengan tenaga dan power yang dirasa masih fresh.
Sama dengan pola latihan yang tengah berlangsung full kecuali kamis dan minggu yang mendapatkan pengurangan waktu latihan.
“Sama saja pola latihannya, cuma yag berat memang karena faktor usia dalam mengikuti program latihan sudah tidak bisa maksimal, cuma kalau untuk di persiapan Pra PON memang harus sampai maksimal latihannya, karena musuh sekarang muda-muda,” tutup Erik.
Editor: Aspian Nur