Terkait hal itu, Kepala Pelaksana Sekretariat DBON Kalimantan Timur Zairin Zain, ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur Rusdiansyah Aras, Asisten I Sekprov Syirajuddin juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Agus Hari Kesuma, berangkat ke Kamboja sejak dua hari lalu dengan tujuan memberikan motivasi kepada atlet-atlet dari Benua Etam yang bertanding.
Rabu (10/5/2023) pagi tadi, Zairin bersama rombongan menyaksikan partai final pencak silat nomor Class Putra F Putra pencak silat SEA Games 2023 dimana pesilat Indonesia dari Kalimantan Timur, Iqbal Candra Pratama berhasil menghentikan perlawanan pesilat Malaysia Mohd Shahrul Zeckry Sulaiman di Chory Chang var International Convention and Exhibition Center, Phnom Penh, Kamboja.
Sukses Iqbal meraih emas menambah torehan medali emas bagi Indonesia yang sudah mengoleksi emas ke-26 di SEA Games 2023.
Iqbal jadi satu dari 24 atlet dari Benua Etam yang memperkuat Merah Putih pada pesta olahraga multieven empat tahunan tingkat Asia Tenggara tersebut.
Di SEA Games 2023 ini atlet Benua Etam berlaga disejumlah cabang olahraga, selain pencak silat dan gulat ada juga hoki, kriket, sepak bola dan E-sport.
Selain DBON dan KONI juga Asisten I, dalam rombongan dari Kalimantan Timur yang berangkat ke Kamboja ada juga ketua atau perwakilan pengurus provinsi (pengprov) cabor seperti Seno Aji (Wakil Ketua DPRD Kaltim /Ketua Pengprov Forki Kaltim) dan Reza Pachlevi (Ketua Komisi IV DPRD Kaltim/Ketua Pengprov Percasi Kaltim)
Zairin berharap prestasi Iqbal bisa memotivasi atlet Kalimantan Timur untuk berprestasi. “Tentu saja diharapkan apa yang didapatkan Iqbal bisa pemicu prestasi untuk atlet lainnya, tak hanya pencak silat,” harap Zairin.
Sebelumnya, Zairin yang juga Ketua Pengprov Pelti (tenis) Kalimantan Timur menyaksikan perjuangan petenis Indonesia yang berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Thailand dengan skor 2-1.
“Kemampuan para petenis Indonesia hampir merata, sehingga sektor ganda dan tunggal yang dimainkan pada babak final, tidak mengalami kesulitan. Selain itu, rata-rata pemain yang diturunkan, sudah kenyang pengalaman di ajang inter nasional,” ujar Zairin kepada Korankaltim.com dari Kamboja.
Editor: Aspian Nur