Ketua KONI Kutai Kartanegara Rahman kepada Korankaltim.com dari Berau sore tadi menyampaikan, kehebatan tim sepakbola Kota Raja meraih medali emas karena memiliki kekuatan dari pemain asli Kutai Kartanegara, hal mana yang membuat Maman, sapaan akrab Rahman, sangat bangga. Hal itu jadi bukti pembinaan olahraga sudah dijalankan dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui KONI dan pengurus cabang olahraga.
"Inilah kepuasan kami seratus persen pemain lokal tanpa ada pemain mutasi. Ini bukti pembinaan olahraga di Kutai Kartanegara berjalan dengan baik, membuktikan juga perhatian pemerintah terhadap olahraga. Insya Allah pada ajang yang sama empat tahun mendatang Kutai Kartanegara bisa merebut juara umum di 2026," papar Maman.
Diketahui usai laga sore tadi, air mata tak terbendung dari pemain, pelatih, manajer dan ofisial tim Kutai Kartanegara setelah wasit meniup peluit tanda akhir laga. Tim yang ditangani pelatih Rahmat
“Rambo” Hidayat dan asistennya Yance Katehokang, Teddy dan pelatih kiper Sumardi, mengakhiri penantian selama tujuh kali penyelenggaraan Porprov untuk jadi juara.
"Selama 27 tahun akhirnya kami bisa merebut emas, ini sejarah. Kami memang posisi runner-up atau juara tiga di beberapa cabang olahraga, tapi bagi saya pribadi Kutai Kartanegara juara umum karena sepakbola meraih medali emas," kata Maman lagi.
Bersama manajer tim H Fahmi dan Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kutai Kartanegara H Ardinansyah, arahan dan motivasi diberikan kepada pemain dimana Harits dkk diminta bermain lepas dan percaya diri serta mengutamakan koordinasi kekuatan tim.
"Kami beri pemain motivasi untuk tampil lepas, percaya diri, koordinasi di lapangan,” ungkapnya.
“Setelah ini yang jelas dari Bpati Kutai Kartanegara Pak Edi Damansyah dan semua unsur eksekutif legislatif sudah menyiapkan bonus, Insya Allah di triwulan pertama sudah kami bayarkan, untuk atlet peraih medali, pelatih, manajer dan ofisial tak hanya sepakbola, tapi semua cabang olahraga bonus akan diberikan,” tegasnya.
Sementara menyebut prestasi ini diraih berkat perhatian dan pembinaan yang baik kepada atlet-atlet lokal asli Kutai Kartanegara.
"Putra daerah bisa jadi orang hebat dan jadi kebanggaan ketika dibina dengan baik. Hari ini buktinya, pemain dari beberapa kecamatan yang ada di Kutai Kartanegara seperti Desa Benua Puhun Kecamatan Muara Kaman, Kecamatan Muara Badak, Tenggarong, Loa Kulu, Kembang Janggut, Tabang dan semuanya bisa menjadi pemain-pemain hebat kalau para pemangku kepentingan melakukan pembinaan dengan baik. Kami bangga juara dengan pemain putra daerah," tegas Haji Nan, sapaan akrab Ardinansyah.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur