"Mereka yang ikut lomba tampil di dua kelas yang dilombakan yakni kelas man sport dan man fitness. Mereka berasal dari berbagai kecamatan se-Kukar ada dari
Tenggarong, Tenggarong Seberang, Sangasanga, Loa Kulu dan kecamatan lainnya. Juri dari Pengkab PBFI (Persatuan Binaraga dan Fitnes Indonesia) Kukar," kata Dwi kepada Korankaltim.com Kamis (16/12/2021).
Acara body contest pertama kali semenjak pandemi Covid-19 ini dibuka Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia, Rahman.
Kepada para peserta body contest dan pengunjung, Maman sapaan akrab Rahman, mengucapkan terima kasih kepada pemilik atau owner Terrace Cafe yang mampu menyelenggarakan event ini karena melalui body contest ini, PBFI Kukar akan semakin mudah mencari bibit-bibit atlet binaraga yang nantinya dipersiapkan untuk dibina dan menjadi atlet andalan untuk membawa Kukar dalam kejuaraan multievent.
"Saya sangat berterima kasih ke pemilik Terrace Cafe, Insya Allah PBFI akan mengikuti Kejurprov dalam waktu dekat dengan menurunkan sembilan atlet dengan dua orang pelatih, tentu saya targetkan untuk sebanyak-banyaknya emas, Kukar punya sembilan atlet andalan. Ada Sadar, Emul, Endo ada Pak Guru dan lainnya mengharumkan Kutai Kartanegara. Saya minta tiga emas saja di Porprov Berau 2022 nanti," ucap Maman.
Visi misi dirinya dalam memimpin KONI Kukar adalah memutus mata rantai atlet mutasi, dan ini berlaku juga bagi PBFI Kukar dan 56 Cabor lainnya.
"Biar kalah yang penting urang Etam ini yang kita kembangkan di 56 Cabang Olahraga. Olahraga binaraga ini termasuk olahraga mahal, membernya saja yang murah tapi suplemen nya yang mahal. Ini olahraga yang menjamin pasti tubuh kita sehat karena pola makan dan istirahat terjaga serta memerlukan perjuangan dan ketekunan dalam membentuk dan melatih otot-otot tubuh. Musuh tersulit adalah diri kita sendiri," terangnya.
Mantan atlet basket ini juga menyinggung bagi siapapun yang menderita obesitas disarankan untuk segera ikut bina raga. Dengan rutin mengikuti fitnes maka obesitas juga akan hilang dan tubuh akan menjadi sehat.
"Ini olahraga yang memikat apapun dan siapapun mata yang melihat. Kedepan kami KONI akan mengevaluasi para trainer personal sehingga kita memiliki trainer yang betul-betul dapat rekomendasi PBFI," tegas Maman.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur