Meski pada Pra PON 2019 di Kalimantan Selatan (Kalsel), penampilan mereka sempat menurun dan hanya menorehkan medali perak.
"Perasaannya ya campur aduk sebelum tanding, karena saat Pra PON kami sempat turun, medali perak," ungkap Ajeng sapaan akrabnya saat ditemui Minggu (10/10/2021) di GOR STT Sidi Kabupaten Jayapura.
Seiring berjalannya waktu, capaian yang mereka raih di Pra PON tersebut, membuat mereka termotivasi untuk menjadi lebih baik.
"Ya, kami tahu rasa sakitnya seperti apa, kelas kami ini digeser orang lain, makanya kami bertekat untuk merebut tempat kami lagi," tuturnya.
"Karena, saya berpasangan dengan Cesar ini sudah 15 tahun, sebelum masuk SKOI, sampai masuk SKOI SMP dan SMA selalu bareng, sampai lulus kami juga bareng, untuk mencapai cita-cita kami," sambungnya.
Tak hanya itu saja motivasi pelatih pun membuat dirinya dan sang partner, meyakini jika kelas yang selama ini mereka mainkan adalah milik mereka.
"Ada motivasi dari pelatih, yang bilang ini kelas kami, jangan sampai ada orang yang menggeser. Kalian harus bisa menjadi raja dan ratu di kelasmu, nah ini yang memotivasi kami," ungkap gadis 23 tahun tersebut.
Hingga akhirnya, sehari sebelum bertanding keduanya pun saling membangun kepercayaan satu sama lain.
"Iya, kami saling percaya saja satu sama lain, ngobrol berdua, apa yang sudah kami latih selama ini jangan sampai sia-sia. Sampai pas pertandingan kami selesai, saat diumumkan ya bersyukur emas, rasanya pastinya terharu," pungkasnya.
Penulis: Nancy
Editor : Bambang Irawan