Pelatih sepatu roda Kaltim Karta Wibawa dikonfirmasi Korankaltim.com malam ini menjelaskan, dirinya sangat lega dan bahagia. “Alhamdulillah senang sekali dan merasa lega, target kami selama bertahun-tahun tidak sia-sia. Setelah puasa emas dua kali PON, di Papua kami bisa kembali mendapatkannya, kami bisa pecah telulr, ibaratnya seperti itu," kata Tata, sapaan akrabnya.
Tata menceritakan detik-detik kemenangan Anjang dalam menorehkan medali emas di lintasan lomba yang berlangsung di Waena, Jayapura. "Ada 16 peserta, diambil ke final 8 orang dan merupakan provinsi dengan atlet yang berpotensi medali emas semua, seperti DKI Jakarta, Jateng, Jatim, Papua, Sumut dan Banten,” sebutnya.
Penampilan Anjang sendiri sempat membuat Tata cemas karena hanya berada di posisi kedua "Tetapi saat final atlet yang ada di posisi pertama malah melorot ke urutan kelima, mungkin kelelahan. Anjang mengambil kesempatan itu karena tetap konsisten dengan fisik dan tekniknya sampai akhirnya bisa menjadi pertama dan menang," ujar Tata lagi.
Medali emas yang diraih menurutnya buah dari kegigihannya para atlet dalam berlatih selama ini. "Performa dan strategi memang sudah kami susun serapi mungkin dan Alhamdulillah berhasil," tegasnya. Dalam final sore tadi, Kaltim berada diurutan pertama, disusul DKI Jakarta dan posisi ketiga ditempati tuan rumah Papua.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur