Sebelumnya hanya ada tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran, kali ini untuk pertama kalinya ganda putri melalui pasangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu yang berhasil menorehkan nama mereka sebagai peraih medali emas dan jadi pahlawan Indonesia di pesta olahraga musim panas dunia itu.
Menghadapi ganda putri China pada final di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang Senin (2/8/2021) siang tadi, satu-satunya asa Merah Putih meraih medali emas ini berhasil mengalahkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dua set langsung 21-19 dan 21-15.
Tak pelak, kemenangan Greysia dan Apri jadi penghapus dahaga sekaligus penjaga tradisi Indonesia yang selalu meraih medali emas sejak pertama kali mendapatkannya di tahun 1992 lewat Susy Susanti dan Alan Budikusuma di Barcelona, Spanyol.
Lagu Indonesia Raya pun bergema Musashino Forest Sport Plaza untuk pertama kalinya sejak Olimpiade Tokyo digelar 23 Juli lalu.
Air mata tak bisa terbendung dari Greysia dan Apri. “Ini untuk kalian,” kata Greysia sambil memperlihatkan emasnya kepada masyarakat Indonesia yang tak henti mendoakan perjuangan keduanya.
Secara virtual, Gryesia dan Apri menyempatkan diri berfoto secara virtual dengan keluarga mereka di Indonesia.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan dan masyarakat Indonesia atas medali emas yang kami dapatkan ini. Kami tidak bermain media social karena focus untuk bertanding tapi kami tahu seluruh masyarakat Indonesia mendoakan kami,” ujar Greysia.
Strategi sudah disiapkan menurut Apriyani sejak sebelum bertanding, yaitu menjaga pikiran dan ketenangan. “Karena ini partai final, kami harus menaikkan mental duluan, tidak boleh berpikir kalah,” tegas Apri.
Sementara Eric Thohir selaku Indonesia Olympic Committee (IOC) secara terpisah mengaku terharu atas perjuangan Greysia dan Apri. “Luar biasa permainan mereka, selamat sampai ketemu di Jakarta. Saya akan minta Menpora menyiapkan hadiah untuk kalian,” ujar Erick kepada Greysia dan Apri saat berkomunikasi secara virtual.
Indonesia masih mempunyai satu peluang meraih medali dari cabor bulutangkis Olimpiade 2020. Anthony Sinisuka Ginting akan berebut perunggu dengan pemain Guatemala, Kevin Cordon jam tujuh malam nanti.
Medali Emas Indonesia
Di Ajang Olimpiade
1992 (Barcelona/Spanyol)
Susy Susanti Alan Budikusuma
1996 (Atalanta/Amerika Serikat)
Rexy Mainaky/Ricky Subagja
2000 (Sidyney/Australia)
Tony Gunawan/Candra Wijaya
2004 (Athena/Yunani)
Taufik Hidayat
2008 (Beijing/China)
Markis Kido/Hendra Setiawan
2016 (Rio de Janeiro/Brasil)
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir
Penulis/Editor: Aspian Nur