Momen kebetulan yang dimaksud adalah hadirnya ketua kontingen Isran Noor yang tiba di Aceh kemarin sebelum Kaltim meraih tiga emas.
Ya, sebelum Isran Noor datang, belum ada satu pun emas yang berhasil didapatkan atlet-atlet Kaltim kendati berlaga di partai final. Setelahnya, tim kriket meraih emas pertama di nomor tanding T10 usai mengalahkan Sulawesi Selatan di Lapangan Cerdas, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli serdang, Sumatera Utara.
Sebelumnya kriket sudah berhasil mempersembahkan perak dan perunggu dari kategori T20 putra dan putri. Medali emas kriket ini jadi yang pertama dan sejarah bagi cabang olahraga tersebut sepanjang keikutsertaan di PON.
Usai kriket, giliran tim cabang olahraga angkat besi yang membawa pulang emas lewat lifter putri Firda Khairunnisa dari kelas 87 kilogram di GOR Seramoe, Banda Aceh.
Tak sekadar meraih emas, Firda juga memecahkan rekor nasional. Atlet berusia 21 tahun itu mencatat total angkatan 212 kilogram pada kelas 87 kilogram putri, dengan rincian angkatan terbaik snatch pada 96 kilogram dan angkatan terbaik clean and jerk pada 119 kilogram. Firda memecahkan rekor nasional clean and jerk atas namanya sendiri pada 118 kilogram. Untuk rekor PON, Firda memecahkan rekor Maharani dari Riau pada 112 kilogram.
Angkat besi kelas 87kg putri diikuti total oleh lima lifter. Selain Firda, Maharani, dan Ayunda, nomor ini juga diikuti oleh Dewa Ayu Putu Melia dari Bali, dan Erna Dahlia dari Aceh.
Emas ketiga didapatkan tim futsal putra Kaltim setelah menekuk tim kuat Jawa Timur dengan skor 2-1 di GOR Futsal Disporasu, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Jatim unggul lebih dahulu lewat Achmad Guntur Ramadhan. Selanjutnya, Kaltim membalas lewat Fajar Aidil Adhar dan kedudukan sama kuat 1-1 ini bertahan hingga babak normal habis. Kerena waktu normal, kedudukan masih sama kuat 1-1, laga kemudian dilanjutkan dua babak tambahan. Gol kemenangan Kaltim akhirnya tercipta melalui Andi Chairul Anwar di menit 44.
Pelatih Kaltim Panca Pauji mengaku sangat bahagia mencapai sukses dilaga pamungkas. Torehan ini menjadi sejarah emas bagi kontingen Kaltim.
"Alhamdulillah kepada Allah SWT luar biasa, pertama yang saya kami sampaikan rasa syukur berkat Allah. Kemenangan ini sejarah bagi Kaltim medali emas pertama. Semua pemain menjadi sejarah meraih medali emas," tegas Panca.
Tiga emas menempatkan posisi Kaltim di urutan ke-11 dengan total 7 medali. Sebelumnya Kaltim masih berada di urutan ke-21. Dengan target 5 Besar, posisi Kaltim bakal terus meningkat karena masih ada beberapa cabang olahraga unggulan, andalan dan harapan yang belum bertanding, diantaranya gulat, kempo, judo, layar, pencak silat dan lainnya.
Editor: Aspian Nur