Bonus diserahkan kepada sejumlah perwakilan atlet, seperti Eko Yuli Irawan (angkat besi), Puspa Arum Sari (silat), Aries Susanti Rahayu (panjat dinding) untuk medali emas. Perwakilan medali perak ialah Sri Wahyuni (angkat besi) dan Aspar Jaelolo (panjat dinding). Sementara peraih medali perunggu diwakili Nining Purwaningsih (sepeda downhill), Amri Rusdana (pencak silat), dan Bunga Nyimas (skateboard).
Bonus bersih tanpa pajak tersebut dibenarkan peraih medali emas Asian Games 2018 di cabor angkat besi, Eko Yuli Irawan. Atlet kelahiran Lampung itu bahkan turut membuka buku tabungan yang baru diterima dari Presiden Jokowi. Di dalamnya jelas terlihat Rp1,5 miliar tanpa potongan sebagai saldo awal. “Alhamdulillah enggak [dipotong pajak]. Pemerintah yang bayar,” kata Eko sambil tersenyum dan memperlihatkan buku rekeningnya kepada media.
Saat penyerahan, Jokowi bahkan mengecek langsung buku tabungan yang diberikan dan mengeja nominal saldo yang tertera. “Saya sampaikan kepada Menpora, bonus untuk para atlet peraih medali saya ingin berikan secepat-cepatnya sebelum acara penutupan dilakukan,” kata Jokowi disambut tepuk tangan para atlet dan ofisial Tim Indonesia.
Jokowi menyatakan ia bersama seluruh masyarakat Indonesia mengucapkan terima kasih atas kerja keras para atlet hingga menciptakan rekor perolehan medali bagi kontingen Indonesia. “Terima kasih sejarah emas yang ditorehkan,” ucapnya lagi.
Pada kesempatan kemarin Jokowi menyinggung sejumlah pihak yang awalnya pesimistis dengan perolehan emas yang akan diraih Indonesia. Jokowi menetapkan target 16 emas. Target tersebut jauh lebih tinggi dari perolehan emas pada Asian Games sebelumnya, yang hanya mendapatkan empat emas dan di peringkat ke-17.
“Saat kita menargetkan 16 emas, banyak yang sangsi, banyak yang pesimis. Saya ngomongbolak-balik ke Pak Wapres, angka ini benar enggak, 16 (target emas) apa perlu kita hitung lagi. Optimis boleh tapi juga harus realistis hitungannya,” kata Jokowi.
Setelah target dipasang, ada juga cabang olahraga yang mengaku bisa mendapatkan tambahan emas lagi. Jokowi sempat deg-degan, mengingat target 16 saja masih banyak yang sangsi apalagi ditambah empat.
Namun, justru semua pesimisme itu bisa terjawab. Tidak hanya itu, Indonesia berhasil menggondol 31 emas dan bertengger di urutan keempat. Capaian yang sangat jauh dan di luar prediksi sebelumnya. (sdc)