Minggu, 27/09/2026

Gudang Farmasi Dinilai Tak Lagi Memadai, Dinkes P2KB Mahulu Usulkan Bangunan Baru

Minggu, 27/09/2026

Gudang Farmasi Dinkes P2KB Mahulu yang saat ini digunakan untuk menyimpan stok obat dan kebutuhan medis. (Foto: Julika/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Gudang Farmasi Dinilai Tak Lagi Memadai, Dinkes P2KB Mahulu Usulkan Bangunan Baru

Minggu, 27/09/2026

logo

Gudang Farmasi Dinkes P2KB Mahulu yang saat ini digunakan untuk menyimpan stok obat dan kebutuhan medis. (Foto: Julika/Korankaltim.com)

Penulis: Julika Hengin

KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG - Kondisi Gudang Farmasi Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dinilai sudah tidak lagi memadai untuk mendukung penyimpanan dan distribusi obat-obatan.

Selain masih menempati bangunan pinjaman, sejumlah fasilitas pendukung penyimpanan obat juga belum sepenuhnya tersedia.

Pejabat Teknis Pelaksana Kegiatan (PPTK) Seksi Kefarmasian Dinkes P2KB Mahulu, Sofia Deang Wulun, mengatakan kondisi bangunan saat ini sudah masuk kategori rusak berat sehingga tidak lagi ideal digunakan sebagai gudang farmasi.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berisiko terhadap keamanan obat yang disimpan, tetapi juga keselamatan petugas yang bekerja di dalamnya.

”Ini masih sempit dan ada beberapa ruangan yang masih kurang. Bangunan yang digunakan sekarang juga masih pinjaman. Kami khawatir bukan hanya barang, tetapi juga orang yang bekerja di dalamnya,” ujarnya.

Sofia menjelaskan, penyimpanan obat membutuhkan fasilitas yang sesuai, termasuk ruangan dengan pengaturan suhu untuk menjaga kualitas obat. Namun, keterbatasan sarana membuat kebutuhan tersebut belum seluruhnya terpenuhi.

”Tahun ini baru ada penambahan AC untuk ruang penyimpanan obat program. Tetapi secara keseluruhan memang kondisinya belum ideal untuk penyimpanan obat,” katanya.

Karena itu, Dinkes P2KB Mahulu telah mengusulkan pembangunan gedung gudang farmasi baru.

Perencanaan pembangunan telah dimasukkan dalam rencana tahun ini dengan harapan pekerjaan fisiknya dapat direalisasikan pada tahun depan.

Persoalan lain yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola kebutuhan farmasi di tingkat kabupaten.

Saat ini, pelayanan kefarmasian masih ditangani satu apoteker, satu asisten apoteker, serta petugas yang membantu pengelolaan gudang.

Menurut Sofia, jumlah tersebut belum ideal untuk menangani kebutuhan obat dari seluruh fasilitas kesehatan di Mahulu.

”Kalau untuk kabupaten, sebenarnya kebutuhan maksimalnya tiga apoteker. Sekarang satu apoteker menangani kebutuhan satu kabupaten, dua rumah sakit, dan seluruh puskesmas,” jelasnya.

Keterbatasan SDM tersebut turut menjadi kendala dalam proses pendistribusian obat ke sejumlah fasilitas kesehatan.

Pengelolaan permintaan, penyiapan hingga distribusi obat harus dilakukan dengan jumlah tenaga yang terbatas.

Kondisi itu menjadi tantangan karena permintaan obat dari fasilitas kesehatan datang secara berkala dan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing puskesmas maupun rumah sakit.

Selain distribusi obat rutin, tenaga kefarmasian juga harus menangani pengelolaan obat-obatan tertentu, termasuk psikotropika yang membutuhkan penanggung jawab sesuai ketentuan.

Meski demikian, Dinkes P2KB Mahulu masih berupaya mengoptimalkan tenaga yang tersedia dengan melibatkan pegawai yang telah berpengalaman dalam operasional Gudang Farmasi.

Sofia berharap pembangunan gedung baru dan penambahan tenaga kefarmasian dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.

Hal tersebut dinilai penting untuk memperkuat pengelolaan serta distribusi obat dan mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan dan kawasan 3T.

Editor: Erwin
‎

Gudang Farmasi Dinilai Tak Lagi Memadai, Dinkes P2KB Mahulu Usulkan Bangunan Baru

Minggu, 27/09/2026

Gudang Farmasi Dinkes P2KB Mahulu yang saat ini digunakan untuk menyimpan stok obat dan kebutuhan medis. (Foto: Julika/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait