Jumat, 25/09/2026
Jumat, 25/09/2026
Kepala Dinas P2KB Mahakam Ulu, dr. Petronela Tugan saat diwawancara media. (Foto: Julika/Korankaltim.com).
Jumat, 25/09/2026

Kepala Dinas P2KB Mahakam Ulu, dr. Petronela Tugan saat diwawancara media. (Foto: Julika/Korankaltim.com).
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Ketersediaan masker yang masih terbatas membuat Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Mahakam Ulu (Dinkes P2KB Mahulu) mulai mengatur distribusi untuk mengantisipasi aktivitas masyarakat di tengah kabut asap.
Kepala Dinkes P2KB Mahulu dr Petronela Tugan mengatakan, pembagian masker dan vitamin yang dilakukan Kamis (24/9/2026) kemarin diprioritaskan bagi masyarakat di Kampung Ujoh Bilang. Masker juga disiapkan untuk keluarga yang memiliki anak sekolah sebagai persiapan apabila kegiatan belajar kembali berlangsung secara tatap muka.
"Kami fokuskan untuk di Ujoh Bilang, karena memang ketersediaan masker kita ini masih terbatas. Masker anak dibagikan kepada yang memang ada anak sekolahnya, karena kita mengantisipasi jika minggu depan anak-anak sudah masuk sekolah," kata Petronela.
Keterbatasan stok membuat pembagian masker dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah anggota keluarga. Setiap paket berisi lima lembar masker untuk satu keluarga. Apabila jumlah anggota keluarga lebih dari lima orang, petugas memberikan dua paket atau sebanyak 10 masker.
Pembagian tersebut diharapkan dapat membantu orang tua dan anak tetap menggunakan pelindung pernapasan ketika harus beraktivitas di luar rumah, khususnya saat mengantar anak ke sekolah apabila pembelajaran tatap muka kembali diterapkan.
Dinkes P2KB Mahulu masih berupaya menambah persediaan masker melalui pengajuan bantuan ke pemerintah di tingkat provinsi maupun pusat.
Dinkes telah mengusulkan bantuan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur. Selain itu pengajuan juga disampaikan kepada Kementerian Kesehatan melalui Pusat Krisis Kesehatan dan Direktorat Jenderal Kesehatan Lingkungan.
"Kami sudah mengajukan usulan proposal, yang pertama ke Dinas Kesehatan Provinsi dan sudah ada bantuan, tapi memang tidak bisa banyak karena bukan Mahakam Ulu saja yang mengalami kabut asap. Seluruh kabupaten di Kaltim mengalami," jelasnya.
Keterbatasan bantuan dari pemerintah di tingkat atas juga dipengaruhi oleh kondisi kabut asap yang terjadi di sejumlah daerah. Karena itu, apabila kabut asap di Mahulu masih berlanjut, pemerintah daerah berpeluang kembali menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memenuhi kebutuhan masker.
"Kalau memang keadaan kabut asap ini masih berlanjut terus dan kita masih bisa menggunakan dana BTT, kemungkinan nanti kita lebih membutuhkan untuk menambah pengadaan masker," sebut Petronela.
Dinkes P2KB Mahulu sebelumnya juga melakukan pembagian vitamin bersamaan dengan masker kepada masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat selama kualitas udara belum sepenuhnya membaik.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 25/09/2026
Kepala Dinas P2KB Mahakam Ulu, dr. Petronela Tugan saat diwawancara media. (Foto: Julika/Korankaltim.com).
TERPOPULER