Rabu, 23/09/2026
Rabu, 23/09/2026
Anggota DPRD Mahulu, Felisia Win. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
Rabu, 23/09/2026

Anggota DPRD Mahulu, Felisia Win. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG - Kemarau panjang yang menyebabkan surutnya Sungai Mahakam kembali memunculkan persoalan klasik di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok terganggu, terutama menuju wilayah hulu yang masih bergantung pada transportasi sungai.
Anggota DPRD Mahulu, Flesia Win, menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya percepatan pembangunan akses jalan darat hingga kawasan perbatasan.
Menurutnya, selama akses utama masih bertumpu pada Sungai Mahakam, persoalan serupa akan terus berulang setiap musim kemarau.
”Terkait dengan kondisi alam sekarang, yang jelas secara pribadi saya sangat prihatin, karena pasokan BBM dan sembako semakin sulit. Selama kita hanya mengandalkan jalur sungai, sementara pada kondisi sekarang tidak bisa lagi,” kata Flesia Win.
Politisi Gerindra itu mengatakan, kemarau panjang yang berlangsung sekitar dua bulan terakhir seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat untuk lebih serius memikirkan pembangunan konektivitas darat di Mahulu.
Menurutnya, persoalan yang muncul saat ini bukan hanya dampak kekeringan semata, melainkan juga terbatasnya pilihan akses transportasi menuju sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Long Apari yang paling terdampak ketika debit Sungai Mahakam menurun.
Di tengah kondisi tersebut, Flesia mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang telah menyalurkan bantuan bahan pangan kepada masyarakat terdampak.
Namun, bantuan tersebut dinilai hanya menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi dampak yang dirasakan warga.
Ia menegaskan, masalah kelangkaan BBM dan kebutuhan pokok akibat terganggunya jalur sungai sudah berulang hampir setiap tahun.
Karena itu, diperlukan solusi jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur jalan yang dapat menjamin konektivitas masyarakat ketika transportasi sungai tidak lagi optimal.
”Harapan saya agar dari semua pihak, pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat agar bisa bergerak lebih cepat untuk memperhatikan akses jalan darat sampai ke perbatasan,” tegas Legislator Dapil II Mahulu itu.
Flesia menambahkan, DPRD Mahulu selama ini telah melakukan berbagai koordinasi untuk mendorong percepatan pembangunan akses jalan menuju kawasan perbatasan. Selain itu, koordinasi terkait ketersediaan BBM juga terus dilakukan bersama pihak terkait.
”Kita semua pasti prihatin dengan keadaan ini. Yang pasti kami di DPRD terus mendorong agar pembangunan infrastruktur jalan sebagai solusi yang tepat bisa segera dibangun sampai ke perbatasan,” tandasnya.
Editor: Erwin
Rabu, 23/09/2026
Anggota DPRD Mahulu, Felisia Win. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
TERPOPULER