Rabu, 23/09/2026
Rabu, 23/09/2026
Sekretaris Daerah Mahulu, Stephanus Madang. (Foto: Julika/Korankaltim.com).
Rabu, 23/09/2026

Sekretaris Daerah Mahulu, Stephanus Madang. (Foto: Julika/Korankaltim.com).
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menekankan dua hal dalam penyaluran bantuan pangan ke wilayah terdampak kemarau panjang, yakni keselamatan petugas selama perjalanan dan ketepatan sasaran penerima bantuan.
Sekretaris Daerah Mahulu, Stephanus Madang, mengingatkan seluruh petugas maupun pengemudi yang terlibat dalam distribusi agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan dan keselamatan selama membawa bantuan menuju wilayah hulu. Pesan tersebut menjadi perhatian karena distribusi bantuan menuju kawasan seperti Long Pahangai dan Long Apari dilakukan di tengah kondisi kemarau yang turut memengaruhi akses transportasi.
“Pertama, jaga kesehatan. Jangan sampai yang membawa bantuan justru menjadi tidak sehat. Pastikan semuanya tiba dengan selamat dan baik, kemudian dapat diterima dengan baik oleh masyarakat di sana,” pesannya, Rabu (22/9/2026).
Selain keselamatan petugas, Stephanus meminta proses distribusi dilakukan berdasarkan data penerima yang telah disiapkan. Hal ini untuk memastikan bantuan yang telah dihimpun dari pemerintah maupun perangkat daerah benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, data penerima tersebut sekaligus menjadi dasar pertanggungjawaban pemerintah daerah dalam melaporkan penyaluran bantuan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Bantuan ini harus dipastikan tepat sasaran. Data penerimanya juga sudah jelas dan akan kita laporkan kepada pemerintah provinsi bahwa bantuan yang ada ini telah disalurkan sesuai dengan KK yang telah terdaftar,” tandasnya.
Sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak, distribusi bantuan sebelumnya telah menjangkau Kecamatan Long Pahangai. Pada salah satu tahap penyaluran, sebanyak 16 kendaraan dari perangkat daerah membawa sekitar 17 ton beras untuk hampir 1.600 kepala keluarga.
Kebutuhan beras untuk penyaluran secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar 50 ton. Sebagian bantuan telah disalurkan, sedangkan sisanya masih tersedia di gudang untuk didistribusikan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan dan kondisi akses menuju wilayah terdampak.
Dukungan juga diberikan dari sektor kesehatan. Sebanyak lima kendaraan dari Dinas Kesehatan membawa makanan tambahan berupa telur, susu dan kacang hijau, serta obat-obatan yang dibutuhkan Puskesmas Pembantu (Pustu).
Stephanus mengatakan penanganan dampak kemarau tidak hanya berorientasi pada pengiriman bantuan, tetapi juga memastikan bantuan tersebut sampai dengan aman dan diterima oleh masyarakat sesuai data yang telah ditetapkan. Upaya tersebut dilakukan pemerintah daerah sembari terus memantau kondisi akses transportasi dan kebutuhan masyarakat di wilayah hulu yang masih terdampak kemarau panjang. Editor: Erwin
Rabu, 23/09/2026
Sekretaris Daerah Mahulu, Stephanus Madang. (Foto: Julika/Korankaltim.com).
TERPOPULER