Selasa, 22/09/2026
Selasa, 22/09/2026
Kubar Combat Championship Vol 1 saat berlangsung di GOR Desnan. (Adi/Korankaltim.com)
Selasa, 22/09/2026

Kubar Combat Championship Vol 1 saat berlangsung di GOR Desnan. (Adi/Korankaltim.com)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR – Kubar Combat Championship (KCC) Vol II siap digelar di Kampung Karangan, Kecamatan Mook Manaar Bulatn pada November 2026 mendatang.
Ketua Asosiasi Olahraga Kombat Indonesia (AOKI) Kubar, Erik W. Gamas, mengatakan KCC menjadi salah satu wadah bagi fighter untuk mengasah kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding.
“Tujuan kami rutin melaksanakan kegiatan ini untuk mengasah kemampuan teknik dan membina atlet-atlet muda yang ada di Kutai Barat, supaya mereka memiliki jam terbang,” ujar Erik kepada Korankaltim.com, Selasa (22/9/2026).
Menurut Erik, kesempatan bertanding dibutuhkan karena agenda boxing dan kickboxing di Kubar masih jarang digelar. Karena itu, AOKI berupaya menghadirkan pertandingan secara rutin agar kemampuan atlet dapat terus berkembang melalui pengalaman di atas ring.
“Boxing dan kickboxing di Kutai Barat, event-event dari cabor ini jarang dilaksanakan, bahkan hampir tidak pernah. Makanya melalui AOKI kami adakan event supaya kemampuan para atlet bisa terus diasah,” katanya.
Persiapan menuju KCC Vol 2 telah dilakukan dengan menjaring calon peserta melalui audisi yang diikuti sekitar 70 fighter. Pesertanya tidak hanya berasal dari Kubar, tetapi juga dari luar daerah, termasuk Sangatta, Kutai Timur. Anggota Polri turut ambil bagian dalam proses tersebut.
Sekretaris AOKI Kubar, Jamil Burhan, menjelaskan penilaian dilakukan untuk melihat kesiapan fighter sebelum ditentukan sebagai peserta pertandingan.
“Secara teknis, seleksi terdiri dari fisik, teknik, kemudian ada sesi sparing. Itu yang menentukan apakah mereka lolos atau tidak,” ujar Jamil.
Dari proses tersebut, AOKI menyiapkan sekitar 15 pertandingan yang akan mempertemukan 30 fighter. Mereka nantinya menjadi bagian dari KCC Vol 2 yang digelar November.
Menurut Jamil, KCC juga telah menjadi salah satu pintu bagi atlet lokal untuk mendapatkan pengalaman sebelum tampil di kompetisi yang lebih besar. Sejumlah atlet yang pernah mengikuti event AOKI kemudian mendapat kesempatan bertanding pada ajang olahraga daerah.
“Sudah beberapa atlet yang main di Porprov itu rata-rata atlet jebolan Kubar Combat Championship, termasuk salah satu event kita juga, Kobar Kejagur,” katanya.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan AOKI berupaya menjaga kesinambungan pertandingan combat sport di Kubar. Selain KCC, AOKI juga memiliki Kobar Bejagur yang disiapkan sebagai event berikutnya.
Jamil mengatakan kedua agenda tersebut dirancang berlangsung bergantian sehingga kesempatan bertanding bagi fighter tidak berhenti pada satu event saja.
“Kalau satu promotor saja, kesannya lama. Kalau ada dua promotor, kegiatannya bisa bergantian sehingga terus berlanjut. Misalnya ini Kubar Combat Championship dilaksanakan di akhir tahun, nanti awal tahun Kobar Bejagur,” jelasnya.
Untuk KCC Vol 2, panitia juga menyiapkan sejumlah sabuk kejuaraan, di antaranya sabuk Kubar Combat Champions (KCC), sabuk Anggota DPRD Kubar Meni Debora, serta sabuk Ketua LKK Kalimantan Timur.
Sejumlah laga utama juga disiapkan dalam pertandingan tersebut. Di antaranya penampilan Graciano, fighter asal Kubar yang telah beberapa kali meraih gelar juara, serta rencana pertandingan yang melibatkan Eduard dan Adrian Matis dari Jakarta.
Editor: Erwin
Selasa, 22/09/2026
Kubar Combat Championship Vol 1 saat berlangsung di GOR Desnan. (Adi/Korankaltim.com)
TERPOPULER