Selasa, 22/09/2026
Selasa, 22/09/2026
Tim gabungan memadamkan karhutla di kawasan perbatasan Tering-Mook Manaar Bulatn (dok Polsek Melak)
Selasa, 22/09/2026

Tim gabungan memadamkan karhutla di kawasan perbatasan Tering-Mook Manaar Bulatn (dok Polsek Melak)
Penulis : Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Km 10, perbatasan Kampung Muyub Aked, Kecamatan Tering, dengan Kampung Muara Batuq, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), sejak Senin (21/9/2026) sore kemarin. Api kemudian berhasil dipadamkan tim gabungan hingga Selasa dini hari.
Kapolsek Melak Iptu Rinto C Simanjuntak mengatakan, kebakaran mulai diketahui sekitar pukul 17.00 WITA Petugas bersama tim gabungan langsung melakukan upaya pemadaman di lokasi yang berada di kawasan lahan bergambut.
“Kami bersama tim gabungan langsung melakukan pemadaman sampai api berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.00 Wita,” ujar Rinto kepada Korankaltim.com
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses dilanjutkan dengan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.
Penanganan karhutla tersebut melibatkan personel Polsek Melak, lima anggota Brimob Kompi 2 Sat Brimob Polda Kaltim, 16 personel BPBD Kubar dan KPHP Mook Manaar Bulatn (MMB), serta sekitar lima warga di sekitar lokasi.
Pemadaman juga didukung sarana dari pihak perusahaan dan instansi terkait, yakni tiga unit mobil air PT TDJ, satu unit water tank PT MIL, empat unit mobil pemadam BPBD Kubar dan dua unit mobil pemadam KPHP MMB.
Hingga pagi tadi petugas memastikan kondisi lokasi sudah aman. Sekitar pukul 07.30 WITA, personel gabungan meninggalkan lokasi dan kembali ke satuan masing-masing setelah proses pendinginan selesai dilakukan.
Berdasarkan hasil pemantauan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Lahan tersebut merupakan milik warga, namun pemiliknya belum diketahui.
Kondisi lahan menjadi satu faktor yang membuat kebakaran berpotensi cepat meluas. Area tersebut dipenuhi semak belukar, berada di kawasan bergambut dan terdapat banyak daun pakis kering yang mudah terbakar.
“Kondisi lahannya memang cukup rawan karena bergambut, kemudian banyak semak belukar dan daun pakis kering. Jadi meskipun api sudah padam, kita tetap lakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa,” ujarnya.
Selain pemadaman, petugas juga melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan dan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla. Tim turut mengambil titik koordinat lokasi sebagai bagian dari pemantauan dan penanganan lebih lanjut.
“Kami akan tingkatkan patroli dan pengawasan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Penanganan seperti ini membutuhkan sinergi Polri, BPBD, KPHP, pihak perusahaan dan masyarakat,” pungkas Rinto.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 22/09/2026
Tim gabungan memadamkan karhutla di kawasan perbatasan Tering-Mook Manaar Bulatn (dok Polsek Melak)
TERPOPULER