Senin, 21/09/2026
Senin, 21/09/2026
Aktivitas masyarakat saat menyiapkan lahan pertanian di Mahakam Ulu. Kemarau panjang dan perubahan pola musim mulai memengaruhi waktu pembukaan lahan serta pola tanam masyarakat. (Foto: Julika/Korankaltim.com).
Senin, 21/09/2026

Aktivitas masyarakat saat menyiapkan lahan pertanian di Mahakam Ulu. Kemarau panjang dan perubahan pola musim mulai memengaruhi waktu pembukaan lahan serta pola tanam masyarakat. (Foto: Julika/Korankaltim.com).
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mulai berdampak pada aktivitas pertanian masyarakat.
Kondisi cuaca yang sulit diprediksi membuat warga harus menyesuaikan waktu membuka lahan dan menanam, berbeda dengan pola musim yang selama ini menjadi acuan masyarakat.
Dampak tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahulu karena sebagian masyarakat masih menggantungkan kebutuhan pangan dari hasil ladang dan pertanian tradisional.
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan, masyarakat selama ini memiliki pengetahuan mengenai waktu yang tepat.
Terutama dalam hal membersihkan lahan bahkan memulai aktivitas bercocok tanam berdasarkan siklus musim yang telah dikenal secara turun temurun.
Namun perubahan kondisi cuaca membuat pola tersebut kini semakin sulit diprediksi.
“Biasanya di bulan-bulan tertentu masyarakat sudah tahu waktu untuk membersihkan atau menyiapkan ladang,” ujar Angela lagi.
Kondisi serupa juga terjadi pada tahun sebelumnya. Kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat masyarakat harus menyesuaikan kembali aktivitas pertanian mereka dengan kondisi alam yang berubah.
Akibatnya, proses persiapan lahan hingga waktu tanam tidak lagi berjalan seperti biasanya.
Masyarakat tetap dapat membuka dan menyiapkan ladang, tetapi harus menghadapi ketidakpastian cuaca yang dapat memengaruhi keberhasilan pertanian.
Bagi masyarakat Mahulu, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena sektor pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air dan kondisi musim.
Ketika pola musim tidak lagi mudah diprediksi, maka risiko terhadap produktivitas pertanian juga semakin besar.
Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi ketahanan pangan masyarakat apabila terjadi secara berulang dalam jangka panjang.
Persoalan tersebut turut disampaikan Angela saat menerima kunjungan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji bersama rombongan di Kecamatan Long Apari beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Mahulu berharap pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian terhadap dampak perubahan cuaca yang dirasakan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Angela juga berharap berbagai aspirasi masyarakat Mahulu dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah provinsi untuk diteruskan kepada pemerintah pusat.
“Kami berharap Pak Wakil Gubernur bisa mendengarkan, bisa menampung dan memberikan setidaknya solusi mungkin di tahun-tahun ke depannya,” katanya.
Editor: Aspian Nur
Senin, 21/09/2026
Aktivitas masyarakat saat menyiapkan lahan pertanian di Mahakam Ulu. Kemarau panjang dan perubahan pola musim mulai memengaruhi waktu pembukaan lahan serta pola tanam masyarakat. (Foto: Julika/Korankaltim.com).
TERPOPULER