Kepala Bidang Perikanan, Peternakan dan Perkebunan DKPP Mahulu, Jimmy Herman, mengatakan penyediaan hijauan pakan ternak masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditangani secara serius ke depan, khususnya di tingkat kelompok peternak.
“Mungkin itu juga jadi PR (Pekerjaan Rumah) ke depannya bagi dinas terkait, bagaimana penyediaan hijauan pakan ternak bisa disiapkan di tingkat kelompok,” ujarnya, Minggu, (25/1/2026).
Selain pakan, persoalan pemasaran hasil produksi petani dan peternak lokal juga dinilai belum optimal.
Menurut Jimmy, salah satu solusi yang bisa didorong adalah membuka akses informasi dan jejaring dengan pelaku usaha, baik lokal maupun dari luar daerah.
“Kalau pemasaran, menurut saya kita perlu membuka akses ke pelaku usaha supaya mereka bisa mengambil produk dari petani dan peternak lokal kita,” katanya.
Ia mengakui hingga saat ini porsi produk lokal di pasar masih terbatas. Karena itu, DKPP mendorong adanya diskusi lanjutan dengan para pengusaha agar keterlibatan produk lokal bisa ditingkatkan tanpa mematikan peluang usaha yang sudah ada.
“Kita coba diskusikan lagi dengan pengusaha lokal maupun dari luar, bagaimana pembagiannya supaya produk dari dalam tidak kecil porsinya, tapi tetap bisa diserap,” jelasnya.
Jimmy menambahkan, kendala lain yang sering dihadapi petani adalah fluktuasi harga, terutama saat panen bersamaan. Kondisi tersebut kerap membuat harga anjlok di tingkat produsen.
“Kadang saat semua panen, justru harga jadi masalah. Paling tidak nanti ada penyesuaian atau mekanisme supaya harga di tingkat pelaku usaha bisa lebih adil saat pemasaran akhir,” ujarnya.
Meski peluang pasar sebenarnya terbuka, Jimmy mengungkapkan sebagian pedagang dan pasar di Mahulu masih banyak mengambil produk dari luar daerah. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan sistem distribusi dan pemasaran produk lokal.
“Terkait pengaturan pemasaran, itu lebih ke dinas atau bagian teknis. Kalau kami di pertanian sampai pada budidaya. Untuk pemasaran, kami memantau dari sisi harga dan melaporkannya ke pemerintah provinsi untuk melihat kesenjangan harga,” pungkasnya.
Editor: Erwin