Rabu, 23/09/2026
Rabu, 23/09/2026
Kondisi TAS Tenggarong sepi pembeli dan banyak kios yang tutup. (Foto: Muhammad Anshori/Korankaltim.com)
Rabu, 23/09/2026

Kondisi TAS Tenggarong sepi pembeli dan banyak kios yang tutup. (Foto: Muhammad Anshori/Korankaltim.com)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Aktivitas perdagangan di Tangga Arung Square (TAS) Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kian lesu. Pedagang mengeluhkan penurunan jumlah pembeli, bahkan sebagian mengaku tidak mendapatkan transaksi dalam sehari akibat melemahnya daya beli masyarakat.
Pedagang sembako TAS, Rizky, mengatakan kondisi ekonomi yang tidak menentu membuat usahanya semakin terpuruk. Sejak berjualan di TAS, ia mengaku mengalami penurunan omzet secara drastis akibat minimnya kunjungan pembeli.
“Ini sudah kami rasakan sejak lama, pembeli berkurang, dulu setiap hari ada pembeli, sekarang dalam sehari bahkan tidak ada yang belanja,” kata Rizky, Rabu (23/9/2026).
Di tengah sepinya pembeli, pedagang, kata Risky juga diikuti persoalan tingginya biaya sewa kios yang tidak sebanding dengan pendapatan bulanan. Kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang memilih menghentikan usaha dan mencari lokasi berjualan di luar area TAS.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kukar, Burhanuddin, mengatakan, ke depan pihaknya akan segera melakukan evaluasi total. Kata dia, dari 700 kios yang tersedia, baru sekitar 200 kios aktif berjualan.
“Kami sudah menyurati para pedagang untuk memastikan kelangsungan aktivitas dagang mereka,” kata Burhanuddin.
Ia menilai, lesunya daya beli masyarakat ini salah satunya dipicu oleh efisiensi anggaran daerah dampak minimnya transfer dari pemerintah pusat.
“Anggaran daerah kita menurun, makanya berdampak pada daya beli masyarakat, saat ini warga menahan diri dan hanya memprioritaskan belanja kebutuhan pokok saja,” tutupnya.
Editor: Erwin
Rabu, 23/09/2026
Kondisi TAS Tenggarong sepi pembeli dan banyak kios yang tutup. (Foto: Muhammad Anshori/Korankaltim.com)
TERPOPULER