Senin, 21/09/2026
Senin, 21/09/2026
Sejumlah kendaraan yang mengantre saat mengisi BBM di SPBU Kesuma Bangsa, Samarinda. (Foto: Surya/Korankaltim.com)
Senin, 21/09/2026

Sejumlah kendaraan yang mengantre saat mengisi BBM di SPBU Kesuma Bangsa, Samarinda. (Foto: Surya/Korankaltim.com)
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, mengungkap sejumlah persoalan yang dinilai menjadi penyebab masih terjadi antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kaltim.
Manurutnya, persoalan antrean kendaraan yang mengisi BBM pun tidak hanya terjadi di Kaltim. Kondisi serupa, menurutnya, juga terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan hingga Sulawesi.
“Pertama, bahwa kuota untuk BBM bersubsidi hari ini angkanya sudah mencapai 10 persen, melampaui target yang telah ditentukan pemerintah,” ujar Rudy, Senin (21/9/2026).
Meski demikian, Rudy memastikan, hal tersebut bukan disebabkan oleh keterbatasan stok BBM. Dia menyebut, ketersediaan BBM secara umum masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Untuk stoknya cukup. Yang menjadi masalah adalah persoalan SPBU,” ucapnya.
Menurut Rudy, masih terdapat SPBU yang belum beroperasi secara maksimal. Sejumlah SPBU disebut hanya melayani masyarakat hingga sekitar pukul 22.00 Wita, padahal operasional selama 24 jam dinilai dapat membantu mengurangi penumpukan kendaraan.
Selain jam operasional, keterbatasan jumlah SPBU juga menjadi persoalan. Rudy mencontohkan, seperti Kota Balikpapan minat pengusaha untuk membuka SPBU di wilayah tersebut masih rendah.
“Di beberapa wilayah seperti Balikpapan, minim sekali SPBU karena pengusaha SPBU tidak tertarik melaksanakan bisnis ini,” katanya.
Rudy menerangkan, salah satu pertimbangannya adalah margin usaha SPBU yang relatif tipis. Selain itu, ketersediaan lahan di Balikpapan yang terbatas turut menjadi kendala dalam pengembangan SPBU baru.
Editor: Erwin
Senin, 21/09/2026
Sejumlah kendaraan yang mengantre saat mengisi BBM di SPBU Kesuma Bangsa, Samarinda. (Foto: Surya/Korankaltim.com)
TERPOPULER