Ini merupakan program yang diberi nama Educare yang berfokus pada pendidikan, agar masyarakat bisa memperoleh baju sekolah dengan harga yang lebih murah.
Manager Program ICARE Kaltim Prasetyo Mulyono menjelaskan, baju tersebut berasal dari sejumlah usaha garmen atau toko pakaian.
“Kami berikan proposal, kira-kira ada atau tidak baju sekolah yang layak untuk masyarakat tapi bukan bekas. Ternyata tanggapan mereka positif, mereka berikan kami baju untuk bisa kami kelola,” ujar pria yang akrab disapa Mul ini kepada Korankaltim.com siang tadi.
Hasil penjualan dari program bazar ini akan digunakan untuk pembayaran rumah singgah yang dimiliki ICARE Kaltim, yang pada September nanti menjadi tahun ke lima adanya rumah singgah tersebut.
Stok baju yang ada saat membuka bazar tersebut kurang lebih 500 stel, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA. Yang dibanderol untuk baju Rp10 ribu, sedangkan celana Rp20 ribu, sehingga total satu stel pakaian sekolah hanya Rp30 ribu.
“Mayarakat kami persilahkan memilih sesuai dengan ukuran dari anak-anak mereka, dan kami batasi hanya boleh membelip maksimal dua stel saja,” sebut Mul.
Untuk publikasi, Mul mengaku pihaknya belum menyebarkan soal program ini sebelumnya. Pada waktu pelaksanaan, dirinya keliling dengan toa untuk memberitahukan pada warga sekitar Jalan Delima Dalam.
Dipublikasikan kembali melalui sosial media yang dimiliki, sehingga banyak warga yang membawa anak-anak mereka untuk membeli pakaian sekolah.
“Karena ini bertepatan juga dengan mendekati anak-anak mau masuk sekolah, jadi selain program dari rumah singgah tadi, kita juga ingin membantu masyarakat yang kurang mampu,” terangnya.
Dalam satu hari ini saja sudah 200 pasang baju sekolah yang ludes, sebab ICARE Kaltim mulai menjajakan baju sekolah tersebut pada pukul 10.00 WITA hingga 16.00 WITA.
Diperkirakan bazar pakaian sekolah ini akan berlangsung hingga Senin mendatang, menyesuaikan dari stok yang ada.
Editor: Aspian Nur