Area Manager Comm, Rel, & CSR Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra menyampaikan perkiraan bahwa bakal terjadi kenaikan permintaan BBM dan LPG selama momen Rafi 2023.
"Seperti Gasoline (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) di wilayah Kalimantan akan terjadi kenaikan antara 7 sampai 8 persen. Tapi untuk Kalimantan Timur bisa sampai 10 persen," kata Arya, Selasa (4/4/2023).
Sementara peningkatan Gasoil (Solar, Dexlite dan Pertamina Dex) diprediksi tidak besar. Hanya sekitar 1 sampai 2 persen.
"Karena memang pengguna produk tersebut ketika menjelang Idulfitri justru banyak yang libur, khususnya industri dan lain sebagainya," sebut Arya.
Sedangkan untuk LPG akan terjadi kenaikan pada kisaran 5 persen. Sehingga Pertamina melakukan penambahan stok ke seluruh sarana dan fasilitas termasuk di Terminal BBM dan Depot LPG.
"Nantinya jika ada penambahan di lapangan, akan dilakukan secara fakultatif. Jadi tidak serta merta kita gelontorkan LPG langsung ke masyarakat. Dimana ada stok yang kurang, itu yang kita tambah," jelasnya.
Pertamina juga memperkirakan kenaikan permintaan BBM dan LPG terjadi pada H-7 dan H-3 serta H+5 Idulfitri. Kenaikan bahkan bisa sampai 20 persen.
"Tapi sudah kita antisipasi. Stok kita pastikan aman dan kita monitoring melalui posko," ucapnya.
Selain itu, bakal terjadi tren penurunan permintaan BBM dan LPG jika berkaca pada momen yang sama sejak 5 tahun terakhir. Dimana pada H-1 dan H+2 menurun untuk permintaan kedua kelompok komoditas. "Itulah kenapa kita sediakan di H+3 dan paling besar biasanya di H+5," pungkasnya.
Untuk diketahui, stok Gasoline khusus di Kalimantan Timur seperti Pertalite ditambah sebesar 10,41 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 1.784 KL/hari menjadi 1.970 KL/hari. Kemudian Pertamax sebesar 10,3 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 221 KL/hari menjadi 244 KL/hari. Pertamax Turbo 5,2 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 10,3 KL/hari menjadi 10,8 KL/hari.
Sementara Gasoil seperti Solar ditingkatkan 1,5 persen dari konsumsi normal harian atau sekitar 632 KL/hari menjadi 641 KL/hari. Dexlite tidak mengalami kenaikan, tetapi tetap disalurkan sebesar 150,7 KL/hari. Selanjutnya, Pertamina Dex cenderung mengalami peningkatan mendekati 1 persen dari konsumsi normal atau sekitar 15,1 KL/hari menjadi 15,2 KL/hari.
Adapun untuk kebutuhan LPG 3 Kg di Kalimantan Timur dilakukan penambahan pasokan sebanyak 6,4 persen dari 373 Metrik Ton atau 124.333 tabung menjadi 397 Metrik Ton atau 132.333 tabung.
Editor: Rusdianto