Ketua Pokdakan Ikhlas Mandiri, Apriyanto mengatakan, sekitar 300 kilogram ikan nila telah dipanen perdana pada Sabtu (18/12/2022) kemarin setelah berhasil menghadapi kondisi cuaca air hingga pengadaan pakan.
"Kondisi cuaca, air dan pangan sangat memengaruhi tumbuh kembang ikan, bahkan saat cuaca ekstrem kemarin ada lebih 30 kilogram ikan kami yang mati, dan itu langsung kami cari cara untuk menyelamatkan lainnya, alhamdulillah bisa sampai panen sekarang," kata Apriyanto, Minggu (18/12/2022).
Pria yang akrab disapa Apri ini berharap pokdakan yang ia kelola bersama 14 anggota lainnya bisa terus produksi ikan nila sehingga dapat memenuhi permintaan pasar yang memang cukup tinggi.
"Khususnya pemancingan, karena di wilayah Balikpapan dan sekitarnya pemancingan ikan air tawar cukup banyak, kita berharap ke depan kita bisa memenuhi seluruh kebutuhan permintaan pasar," tuturnya.
Dia juga menyebut, fasilitas perlengkapan budidaya ikan nila merupakan dukungan penuh dari PT Petrosea Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSL) atau lazim disebut CSR (Corporate Social Responsibility).
"Alhamdulillah program ini berjalan sejak awal tahun 2022 lalu, hingga akhirnya bisa panen perdana," sebutnya.
Sementara External Relation Superintendent PT Petrosea Tbk, Cecilia Tri Novi Hermayanti mengapresiasi Pokdakan Ikhlas Mandiri yang mampu melakukan budidaya hingga bisa panen perdana ikan nila.
"Nanti kita siapkan satu kolam besar untuk pemijahan bibit, dan peralatan pembuatan pakan, jadi kelompok ini betul-betul mandiri dari hulu ke hilir," imbuh Cecilia.
Untuk diketahui, panen perdana ikan nila yang digelar Sabtu kemarin turut dihadiri Sekretaris Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Balikpapan Hidayatullah Nihe, Plt Lurah Kariangau Sulfadli, Ketua LPM Kariangau Bejo Pawiro Utomo, dan sejumlah undangan lainnya.
Penulis: Hendra
Editor: Rusdi