Belum lagi perhelatang kompetisi yang rutin dilakukan juga mampu menguji kemampuan masing-masing pekerja yang berprofesi sebagai barista bahkan ia membeberkan program-program pada sektor tersebut juga telah disediakan baik dari tingkat Pemerintah Pusat maupun tingkat pemerintah provinsi. "Industri perkopian ini awalnya Kaltim sempat dipandang sebelah mata, namun seiiring berjalannya perkembangan ini membuktikan sektor tersebut juga ikut berkembang di Kaltim," tegasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ahmad Herwansyah membeberkan beberapa program yang turut mendukung profesi barista itu diantaranya pemberian beasiswa sertifikasi bagi para barista yang telah lulus pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Perguruan Tinggi. "Ada beberapa tahap kita buka, program ini bisa mendorong peningkatan kemampuan para barista yang ada di Kaltim," bebernya.
Selain itu pelatihan barista yang rencananya akan diselenggarakan pada November mendatang akan dibuka untuk pada barista-barista yang ada di Kaltim jadi salah satu program pendukung. "Nanti rencananya akan kita gelar di GOR Segiri pelatihan tersebut," ungkapnya.
Kepala Subdirektorat Edukasi III Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Toar R.E Mangaribi menyebut pihaknya juga telah menyediakan program pelatihan berbasis kompetensi untuk para barista dengan modul yang disedikan sesuai dengan jalur sektor tersebut. "Untuk melalui tahap itu minimal para barista harus magang dulu kemudian mengikuti pelatihan kompetensi untuk sertifikasi," singkatnya.
Penulis: Claudius Vico
Editor: Supiansyah