“Tentunya ada dampaknya. Ada beberapa warga dari luar daerah yang membeli ampang hasil produksi kami baru belinya itu tidak sedikit, banyak,” ungkapnya, Kamis (26/5/2022).
Meski dampaknya belum dirasakan secara maksimal tetapi pemindahan IKN ini tentunya akan disambut baik oleh kalangan pelaku UMKM di Benuo Taka.
Ia meyakini ke depan kehadiran IKN memiliki dampak besar terhadap pelaku UMKM di Kaltim khususnya di PPU. Orang dari luar daerah dinilai akan terus berdatangan sehingga peluang usaha mereka makin terbuka lebar.
“Makin banyak yang beli kan makin senang kita, buat stok banyak biar sampai malam atau subuh tidak masalah,” akunya.
Rahma mengakui usaha yang digelutinya sejak tahun 2012 di Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam tersebut mampu memproduksi kurang lebih 140 Kilogram (Kg) di setiap minggunya.
Tak hanya amplang ikan bandeng, mereka juga menjual amplang dengan varian balado, cumi hingga rendang. Amplang yang di produksinya di jual dengan harga Rp9 ribu per bungkus.
“Sistem penjualannya langsung datang ke rumah, sistem order. Kalau buat di rumah sekali buat langsung habis,” jelasnya.
Amplang mereka pun dinilai telah masuk ke sejumlah toko modern yang ada di PPU mengingat telah ada tempat khusus yang disediakan bagi pelaku UMKM lokal.
Penulis: Erwin
Editor: Supiansyah