Koordinator Terminal Sungai Kunjang, E Novianto kepada Korankaltim.com menjelaskan, sejak H-7 jelang Lebaran lalu hanya ada 10 armada bus tujuan Samarinda,-Banjarmasin dan sebaliknya.
Namun usai Lebaran berdasarkan pemantaun dalam 2-3 hari terakhir, jumlah kedatangan jauh lebih banyak dari keberangkatan dan hari ini jadi puncak arus balik.
"Sampai siang hari ini sudah ada 9 bus dari Banjarmasin yang tiba, sementara dari 10 jadwal keberangkatan baru 3 armada yang tercatat," ujar Novianto Minggu(8/5/2022) siang tadi.
Diluar musim mudik kunjungan penumpang di terminal Sungai Kunjang sangat sepi terutama saat tidak adanya penggabungan bus tujuan berbeda tersebut.
Hal ini disebabkan karena kebanyakan penumpang jurusan Balikpapan tidak ingin masuk terminal, apalagi yang berdomisili di Samarinda kota karena dianggap cukup jauh.
"Penumpang Balikpapan tidak mau masuk terminal, lebih suka menunggu di depan Big Mall atau Kompi TNI Samarinda Seberang karena kalau yang dari arah kota kesini kejauhan juga masuk ke terminal," paparnya.
Dengan adanya penggabungan tersebut pendapatan asli daerah (PAD) Samarinda bisa meningkat. Setiap harinya silih berganti aktivitas penumpang jurusan Samarinda-Banjarmasin memenuhi seluruh area terminal.
"Kalau istilahnya meningkatkan PAD bisa saja kami meningkatkan kerjasama dengan Dishub untuk penjagaan di tempat ngetem-ngetem itu," ungkapnya.
Sementara untuk keberangkatan dari Samarinda menuju kota lain di dalam provinsi, seperti Balikpapan, Kota Bangun dan beberapa rute lainnya, disebut Novianto tak ada peningkatan berarti.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur