Menjelang Idulfitri 1443 Hijriyah penjualan ketupat diberbagai gerai dan pasar tradisional di Samarinda laris manis.
Sudiman, penjual ketupat tanpa isi di Pasar Segiri Samarinda mengungkapkan kebahagiaannya, lantaran jualannya sering diborong pembeli.
"Berkah puasa, biasanya hanya laku satu sampai dua ikat saja," kata Sudiman kepada Korankaltim.com Minggu (24/4/2022) siang tadi.
Harga yang dibanderol Sudiman relatif terjangkau dan mengikuti harga pasaran, Ia mengaku menjual dengan harga Rp250 hingga Rp700 rupiah perbuah tergantung ukurannya.
Harga diberikan lebih murah apabila membeli satu ikat dengan isi 100 buah kerangka ketupat, harga yang dipatok untuk 1 ikatnya hanya perlu merogok kocek Rp25 ribu hingga Rp30 ribu rupiah.
"Kalau bijian agak mahal tapi kalau beli per ikat ya dikasih harga miring," Imbuhnya.
Sementara Adlin, penjual kerangka ketupat di Kampung Ketupat Jalan Mangkupalas, Samarinda Seberang menuturkan menjelang hari raya permintaan pelanggannya meningkat.
Hari biasa pelanggan hanya membeli 500 buah kerangka namun pada ramadan ini permintaan mencapai 3.000 buah per satu pelanggan.
"Pelanggan saya lebih dari 10 yang tetap, biasanya mereka beli 500 biji kalau di ramadan bisa sampai 3.000 biji per orangnya," ucap Adlin.
Kekinian kehadiran ketupat bisa digantikan oleh lontong yang dibungkus daun pisang ataupun pelastik. Namun keauntentikan rasa dari ketupat masih tidak bisa ditandingi sehingga penjualan ketupat masih ramai dan banyak diminati.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur