"Kelangkaan terjadi karena borong yang terlalu banyak di pasaran. Sebenarnya ada beberapa retail termasuk minyak curah yang sudah masuk ke Balikpapan yang siap didistribusikan di Balikpapan," kata Rahmad.
Pemkot Balikpapan juga akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke retail modern maupun tradisional untuk melihat langsung stok ketersediaan minyak goreng.
"Kami juga akan sidak ke toko-toko termasuk suplier pemasok minyak goreng," tegasnya.
Sidak tidak hanya fokus pada minyak goreng tapi juga kebutuhan pokok lainnya juga menjadi atensi terlebih mendekati bulan Ramadhan.
"Jadi bukan hanya minyak goreng, semua kebutuhan pokok, karena ini menyambut bulan puasa,," sebut Rahmad.
Jika ada temuan adanya spekulan kata Rahmad tidak segan-segan untuk melaporkan kepada pihak Kepolisian agar segera ditindak secara hukum.
"Itu jelas melanggar hukum, urusannya Polisi pasti akan ditindak tegas paling tidak izin dicabut kalau ada masalah hukum kita lempar ke Kepolisian kita harus tegas dengan itu," ucapnya.
Sementara
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Thirdy Hadmiarso mengaku hingga saat ini mereka belum menemukan adanya spekulan terkait kelangkaan minyak goreng di Kota Beriman.
Mereka sudah melakukan monitoring namun belum ditemukan adanya pelanggaran hukum.
"Soal kelangkaan minyak goreng kalau ada informasi seperti itu sampaikan ke saya nanti ditindaklanjuti, makanya itu sampai sekarang belum ada, sudah dimonitor," ucap Thirdy.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur