Dijelaskannya selama kondisi pandemi ini, jumlah permintaan beberapa pabrik yang ada di luar Kubar seperti di Banjarmasin menjadi terbatas.
“Biasanya dalam seminggu kami biasa mengirim dari 40 hingga 50 ton, sekarang hanya sekitar 25 ton saja karena beberapa pabrik membatasi permintaannya,” ujar Rinatang.
Harga getah karet tersebut memang bervariasi di beberapa pabrik dan tergantung dari kualitas getah karet itu juga. Untuk harga beli yang biasanya mencapai Rp8.000 - Rp9.000 ribu per kg, kini hanya Rp 6.950 per kg untuk getah karet bersih dan Rp 6.100 per kg untuk karet kotor.
Sehingga harga beli di petani karet juga berkurang, untuk getah karet bersih sekitar Rp5.100 per kg dan getah karet kotor hanya sekitar Rp4.000 per kg saja.
“Belum lagi terpakai ongkos transport yang kita keluarkan dalam mengirim getah karet tersebut, biasanya sekali berangkat sekitar 4-5 truk yang membutuhkan biaya sekitar Rp5 juta per truk. Jadi ini cukup berdampak pada harga beli getah karet bagi para petani karet di Kubar. Kita berharap kondisi ini bisa segera stabil,” tandasnya.
Penulis: */Handayan
Editor: Desman Minang