Kepala KPw BI Balikpapan Bimo Epyanto mengatakan, alokasi tersebut meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya karena diperkirakan akan mengalami kenaikan kebutuhan.
"Kami imbau masyarakat untuk menukarkan uangnya di tempat yang resmi karena dijamin keasliannya. Dan penukaran uang ini gratis, tidak dipungut biaya," kata Bimo Epyanto, Kamis kemarin (9/5/2019).
BI telah membuka pelayanan penukaran uang sejak awal Ramadan agar masyarakat yang membutuhkan dapat terlayani. "Pelayanannya bukan hanya pada mobil kas keliling tapi juga dilakukan di sejumlah kantor bank," ucapnya.
Hanya saja ia menginginkan kerja sama dengan pihak perbankan itu tak hanya untuk melayani nasabah saja. "Tapi layani juga masyarakat yang hendak menukarkan uang walau bukan nasabah bank," ujarnya.
Sementara itu, seorang warga, Aris mengaku sengaja menukarkan uang miliknya sejak awal karena ia hendak mudik ke pulau Jawa pada pertengahan Ramadan nanti.
Aris menukarkan Rp1 juta ke berbagai pecahan Rupiah. “Cepat-cepat saya tukarkan uang untuk kebutuhan lebaran. Karena kalo dekat hari, bisa kehabisan, saya juga mau pulang kampung,” ungkapnya. (*)
Penulis / Editor : */Hendra