“Untuk stok Bapokting masyarakat di Kaltim menjelang bulan suci Ramadan aman dan tidak ada masalah, baik beras, gula, minyak goreng, daging sapi dan ayam maupun kebutuhan lainnya masih aman, dua sampai tiga bulan ke depan,” kata Fuad, kemarin.
Selain persoalan persediaan atau stok yang masih aman, Fuad juga mengatakan bahwa berdasarkan pantauan pihaknya hingga periode Maret tak ada lonjakan harga, ataupun hambatan yang menjadi perhatian khusus.
Untuk memantau itu, lanjut Fuad pihaknya juga berkoordinasi dengan banyak pihak, seperti Satgas Pangan, Bulog dan distributor.
“Kenaikan harga kebutuhan sembako masyarakat memang biasanya terjadi setiap menjelang hari besar keagamaan, tapi kalau kami menilainya itu tidak wajar, karena stok kebutuhan tersebut sesungguhnya masih tersedia dan cukup. Hal ini perlu diketahui oleh masyarakat, agar tidak perlu panik dan tidak perlu memborong berbagai kebutuhan,” tukasnya.
Dia juga meminta instansi terkait di kabupaten/kota agar dapat menginformasikan terkait dengan operasi khusus apabila terjadi yang luar biasa, terutama pada daerah-daerah yang sulit dijangkau yang biasanya terganggu terkait pendistribusian bahak pokok.
“Maka dari itu, dinas yang menangani perdagangan di kabupaten/kota bisa menginventarisasi dan mengidentifikasi lokasi-lokasi mana yang dianggap sulit dijangkau dalam pendistribusian kebutuhan bapokting, sehingga dengan begitu bisa cepat dilakukan tindakan, terutama daerah-daerah terkena banjir sehingga tidak menimbulkan gejolak harga,”paparnya.
Berdasarkan catatan Disperindagkop UMKM Kaltim, s
tok kebutuhan bahan pokok di Kaltim menjelang bulan suci Ramadan antara lain beras tersedia 80.492 ton yang terdiri dari beras Bulog 11.856 ton, beras non Bulog 68.636 ton. Gula pasir 24.241 ton, minyak goreng 24.022 ton, mentega 4.694 ton, tepung terigu 30.538 ton, jagung pipilan 20.243 ton, susu bubuk 26.053 ton, garam beryodium 2.541 ton, kacang kedelai 9.823 ton, telur ayam 12.093 ton, daging sapi 4.862 ton dan daging ayam 26.014 ton.(*/rs)