Erna, pedagang sembako di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), Bontang kepada Korankaltim.com Senin (15/11/2021) hari ini menjelaskan, biasanya harga modalnya hanya sekitar Rp29 rupiah di kemasan dua liter.
Erna menduga harga akan naik lagi bahkan diperkirakan mencapai Rp40 ribu di kemasan dua liter.
"Naiknya lima ribuan. Satu kardus yang isi 6 di kemasan dua liter, itu sudah Rp 210 ribu. Biasanya tidak sampapi dua ratus ribu," kata Erna.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Kabid Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Pertanian (DKP3) Bontang Debora Kristiani menjelaskan, kenaikan itu tidak hanya di Bontang tapi menyeluruh bahkan hampir seluruh dunia.
Untuk skala nasional, kenaikan harga didasari biaya logistik yang juga ikut meningkat. Pasalnya, selama pandemi biaya transportasi untuk distribusi mengalami peningkatan.
"Kalau diliat secara internasional, memang ada kelangkaan di negara pemasok. Misalnya di Argentina itu juga ada kelangkaan," ujar Debora dihubungi melalui telepon.
Meskipun begitu, Debora mengatakan sejauh ini ketersediaan minyak masih stabil baik untuk skala nasional hingga daerah. Namun kalau terjadi kelangkaan pihaknya akan berkoordinasi dengan Rumah Tani Nasional, untuk menggelar pangan murah.
Ditanya soal adanya perkiraan harga minyak akan naik hingga Rp40 ribu untuk kemasan dua liter, ia berharap hal itu tidak terjadi.
"Tapi kalau terjadi kelangkaan, kami akan upayakan kerja sama dengan pihak Rumah Tani agar bisa diminimalisir," tutup Debora.
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor: Aspian Nur